Tim reaksi cepat BPBD Lumajang tangani karhutla kawasan wisata Bromo
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di kawasan wisata puncak B29 di Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Regu TRC Siaga Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla BPBD Lumajang telah bergerak menuju Desa Argosari pada Sabtu (8/8) untuk melakukan koordinasi lanjutan dan membantu penanganan kebakaran di kawasan TNBTS yakni menuju titik api di kawasan Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, Minggu.
Menurutnya, pihak TRC sebenarnya sudah melakukan monitoring dan menyiapkan langkah-langkah apabila api merambat ke wilayah Kabupaten Lumajang sejak Kamis (6/8) sebagai kesiapsiagaan dan pemantauan perkembangan kebakaran di wilayah TNBTS.
Isnugroho mengatakan tim TRC tiba di Ledok Bedor untuk melakukan pemadaman dan monitoring kondisi kebakaran pada Sabtu (8/8). Setelah penanganan lapangan, personel kembali ke Kantor BPBD Kabupaten Lumajang sekitar pukul 16.00 WIB karena kondisi mulai memasuki malam.
"Kami mengirim satu regu untuk melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk masyarakat setempat, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi berkembang," tuturnya.
Ia menjelaskan penanganan di lapangan melibatkan TNBTS Resort Ranupane, BPBD Kabupaten Lumajang, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Koordinasi juga dilakukan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Senduro.
"Tim gabungan melakukan penanganan secara manual dengan membuat sekat api dan gepyokan menggunakan dahan atau ranting basah. Untuk mencegah api menyambar vegetasi lainnya, dilakukan pula pemotongan pohon yang berada di sekitar jalur alternatif," katanya.
Isnugroho mengatakan penanganan dari darat diperkuat dengan dukungan water bombing. Pada Jumat (7/8), dua unit helikopter melakukan water bombing dengan mengambil air dari Ranu Regulo dan upaya serupa kembali dilakukan pada Sabtu (8/8).
Berdasarkan asesmen BPBD Lumajang, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi oleh petugas yang berwenang. Sementara itu, luas area yang terbakar masih dalam proses asesmen dan penghitungan oleh TNBTS.
"Kami terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan penanganan berlangsung terpadu dan perkembangan situasi dapat dipantau secara berkelanjutan," ujarnya.
Melalui pengerahan TRC sejak awal, penanganan langsung di lapangan, koordinasi lintas unsur, serta dukungan pemadaman dari udara, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat upaya pengendalian karhutla di kawasan TNBTS dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas.
Baca juga: TNBTS tutup seluruh akses wisata Bromo guna efektifkan pemadaman
Baca juga: Kemenhut tutup seluruh pintu masuk wisata Bromo akibat kebakaran hutan
Baca juga: Polres Malang nyatakan Jemplang kondusif usai kebakaran Bromo
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.