Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian tiga nelayan hilang kontak - ANTARA News Kalimantan Barat
Manokwari (ANTARA) - Tim SAR (search and rescue) gabungan melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan terhadap tiga orang nelayan yang dilaporkan hilang kontak di perairan utara Pulau Numfor, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
Kepala Kantor Badan SAR Manokwari Yefri Sabaruddin di Manokwari, Papua Barat, Jumat, mengatakan pihaknya menerima informasi hilangnya tiga nelayan melalui radiogram nomor 063/SAR-04/0726 dari Kantor SAR Biak pada Kamis (16/7) pukul 17.30 WIT.
“Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara maksimal sesuai rencana operasi yang sudah disusun,” ujarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, kata Yefri, ketiga nelayan itu berangkat untuk mencari ikan dan terakhir terlihat oleh seorang saksi pada Jumat (10/7) sekitar pukul 12.00 WIT di perairan utara Pulau Numfor.
Namun, hingga Jumat (17/7) ketiga nelayan dimaksud, yaitu Saiful, Asri dan Armin belum kembali, sehingga operasi Kantor SAR Manokwari menggelar operasi pencarian dan pertolongan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIT.
“Penyisiran menggunakan RIB 02 sejak pukul 07.30 WIT untuk menyusuri area pencarian seluas sekitar 69,2 mil laut persegi secara visual di atas permukaan laut,” ucapnya.
Selain penyisiran di laut, Yefri mengatakan upaya pencarian juga diperkuat melalui penyebaran informasi (broadcast) kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) Manokwari serta koordinasi dengan Kantor SAR Sorong.
Pihaknya mengharapkan dukungan dari masyarakat pesisir dan para nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan tiga nelayan dimaksud.
“Segera melaporkan bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun perahu yang digunakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan operasi SAR melibatkan unsur Kantor SAR Manokwari, Kantor SAR Biak, dan SROP Manokwari dengan dukungan peralatan berupa unit rescue car, satu unit RIB 02, perangkat komunikasi, peralatan water rescue, serta peralatan pendukung lainnya.
Tim gabungan juga menerapkan teknik intersep berdasarkan SARmaps dengan mengikuti perkiraan posisi korban yang telah memasuki hari keenam sejak kejadian hilang kontak. Korban diperkirakan terbawa arus hingga memasuki wilayah perairan yang menjadi cakupan pencarian Kantor SAR Sorong.
Berdasarkan prakiraan cuaca di lokasi operasi, kondisi diperkirakan berawan dengan kecepatan angin 4-10 knot, tinggi gelombang 0,5-1,25 meter, arah angin dari tenggara, arus bergerak ke barat, serta jarak pandang kurang dari 8 kilometer.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.