Kamis, 23 Juli 2026 - 06:10 WIB

VIVA – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) benar-benar serius memburu tanda tangan Pep Guardiola. Demi mengembalikan kejayaan Gli Azzurri, mereka siap menggelontorkan dana besar untuk memenuhi tuntutan gaji pelatih asal Spanyol tersebut.

Baca Juga

Kursi pelatih Timnas Italia hingga kini masih kosong setelah Gennaro Gattuso mengakhiri masa baktinya pada April lalu. Sejumlah nama masuk dalam radar FIGC, namun Guardiola menjadi sosok yang paling diidamkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keinginan membawa Guardiola ke Italia tentu bukan perkara mudah. Saat masih menangani Manchester City, pelatih berusia 55 tahun itu menerima gaji sekitar 20 juta euro per tahun, atau setara Rp472 miliar, belum termasuk berbagai bonus berdasarkan pencapaian tim.

Baca Juga

Nominal tersebut jelas menjadi tantangan besar bagi FIGC. Apalagi, kondisi keuangan federasi tengah mendapat tekanan setelah Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, yang menjadi kegagalan ketiga secara beruntun tampil di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Meski begitu, Presiden FIGC, Giovanni Malago, menegaskan pihaknya siap membuat pengecualian jika memang Guardiola bersedia menangani Gli Azzurri.

Baca Juga

Menurut Malago, kondisi finansial federasi memang sedang tidak ideal. Namun, untuk sosok sekaliber Guardiola, Italia siap mengambil langkah yang tidak biasa.

"Ada juga pertimbangan keuangan dan anggaran. Dalam jangka pendek hingga menengah, mengatakan bahwa kita harus mengencangkan ikat pinggang adalah pernyataan yang meremehkan," ujar Malago dalam podcast Cronache di Spogliatoio, dikutip ESPN.

Meski demikian, ia mengakui ada peluang bagi FIGC untuk memberikan perlakuan khusus demi mendatangkan mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut.

"Namun, beberapa pengecualian telah dibuat, yang mungkin terkait dengan nama yang sangat dominan saat ini," lanjutnya.

Malago juga belum berani memastikan upaya pendekatan yang disebut melibatkan legenda Italia, Paolo Maldini, akan membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, menurutnya, menjaga komunikasi dengan Guardiola merupakan langkah yang tepat agar peluang bekerja sama tetap terbuka.

"Bukan berarti pembicaraan ini pasti akan membuahkan hasil, tetapi saya percaya bahwa membuka dialog dan menjaganya tetap hidup adalah hal yang tepat dan penting," kata Malago.

Halaman Selanjutnya

Kini, publik Italia menanti apakah keberanian FIGC mengorbankan kondisi finansial demi Guardiola akan berbuah manis, atau justru hanya menjadi mimpi di tengah ambisi besar mengembalikan Gli Azzurri ke puncak sepak bola dunia.