Tinggalkan Kenyamanan Demi Anak - Anak Sekolah Rakyat
Kedekatan Sulaiman dengan anak-anak Sekolah Rakyat tidak terlepas dari pengalaman hidupnya. Dia lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani.
Pengalaman hidup dalam keterbatasan membuat Sulaiman memahami bahwa pendidikan bukan sesuatu yang mudah diraih. Ia pun ingin anak-anak yang kini didampinginya memiliki kesempatan lebih besar untuk menggapai cita-cita.
"Saya lahir dari keluarga yang enggak mampu, dan bisa sukses. Mereka juga harus lebih sukses daripada saya," ujarnya.
Sulaiman kemudian merantau ke Malang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Perjalanannya selama kuliah tidak mudah.
Dia tinggal menumpang di rumah bibinya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sulaiman juga bekerja membantu salah seorang dosen.
Setiap sore, dia mencuci piring, menyiram tanaman, hingga menyapu halaman.
"Tapi saya enggak full tinggal di bibi saya. Saya sore itu pasti ke rumahnya dosen. Di situ saya membantu cuci piring, siram tanaman setiap sore hari, menyapu halaman. Itu hanya untuk bisa buat makan. Itu saya lakukan hampir empat tahun," ungkapnya.
Selama tinggal di rumah dosen tersebut, Sulaiman tidak hanya bekerja. Dia juga mendapat kesempatan untuk memperluas wawasan dengan membaca buku dan menulis.
Kebiasaan itu kemudian mengantarkannya menjadi seorang penulis buku. Setelah menyelesaikan kuliah, Sulaiman aktif menulis dan telah menghasilkan 44 judul buku yang seluruhnya diterbitkan dengan ISBN.
Pada 2025, dia bahkan mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai penulis buku dengan jumlah karya terbanyak di Jawa Timur.
"Ketika saya lulus dari kuliah, saya bekerja, saya sampai menulis 44 judul buku, dan terbitan semuanya ISBN. Baru-baru 2025, saya dapat penghargaan dari Ibu Gubernur Jawa Timur sebagai penulis buku terbanyak di Jawa Timur," katanya.