Jadi intinya...

  • Sintya Marisca perankan Detektif Vita di serial My Chef in Crime.
  • Persiapan meliputi workshop, observasi polisi, dan riset serial detektif.
  • Ia fokus gestur, komunikasi, dan gaya berjalan demi wibawa karakter.

Liputan6.com, Jakarta - Sintya Marisca mendapat tantangan baru lewat peran sebagai Detektif Vita di serial My Chef in Crime. Demi menghidupkan karakter tersebut, Sintya melakukan persiapan, mulai dari mengikuti workshop hingga mengamati langsung keseharian anggota kepolisian agar aktingnya terasa lebih autentik.

Sintya Marisca mengaku sebelumnya tidak memiliki banyak pengetahuan mengenai dunia kepolisian, termasuk dalam penggunaan senjata dan etika seorang aparat. Beruntung, proses workshop yang dijalani membantunya memahami karakter yang akan diperankan.

"Aku sendiri sebenarnya nggak terlalu banyak knowledge tentang di dunia kepolisian, apalagi yang mengaitkan tentang pistol-pistolan. Alhamdulillah dibantu dengan workshop," tutur Sintya Marisca saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Tak hanya mengandalkan workshop, Sintya juga melakukan riset dengan memperhatikan langsung perilaku polisi dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengamati cara mereka berbicara, bersikap, hingga interaksi antara atasan dan bawahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai karakter seorang detektif.

Lebih Memilih untuk Mengamati Dibanding Bertanya

Totalitas Sintya Marisca Perankan Detektif di My Chef in Crime, Sampai Riset Gaya Bicara Polisi Asli

Perbesar

Konferensi pers My Chef in Crime. (M Altaf Jaguar/ Liputan6.com)

Meski cukup sering bertemu anggota kepolisian saat bermain padel, Sintya mengaku lebih memilih mengamati kebiasaan mereka daripada bertanya secara langsung. Menurutnya, hal-hal kecil seperti gestur dan pola komunikasi justru menjadi bekal penting untuk membangun karakter Vita.

"Nggak sih, kalau diajarin memegang senjata nggak. Kalau aku nggak sih, lebih ke kebiasaan mereka ya. Maksudnya ketika ada bawahan mereka ngomong ke atasan seperti apa, gerak-geriknya mereka selama kehidupan sehari-harinya seperti apa," jelasnya.

Tantangan yang Dihadapi

Selain melakukan observasi langsung, Sintya juga mencari referensi dari sejumlah serial luar negeri yang mengangkat kisah detektif. Namun, ia tetap menyesuaikan karakter yang dimainkan dengan budaya dan etika kepolisian di Indonesia agar tetap terasa realistis.

"Nah itu betul, itu jadi menurut aku jadi salah satu tantangan karena aku selalu punya rasa insecure sama suara aku sendiri. Dan cara jalanku. Di mana kan dari Servita ini jadi seorang polisi harus punya attitude yang berbeda sama Sintya Marisca. Sintya Marisca mungkin lebih santai, lebih slow, tapi ketika jadi polisi kita harus adaptasi sama apa yang sudah diterapkan," urai Sintya.

Ingin Pancarkan Wibawa

Menurut Sintya, perubahan gaya berjalan menjadi salah satu aspek yang paling ia perhatikan selama proses pendalaman karakter. Ia ingin sosok Vita benar-benar memancarkan wibawa seorang polisi yang tegas dan disiplin.

"Proses menjadi polisi itu proses yang panjang, itu yang aku pelajarin juga sih dan mau aku terapin di Servita ini. Biasanya kan aku kayak ya udah emang begini, tapi ini enggak, gue harus berwibawa tersendiri. Sangat beda sih dari Sintya Marisca yang biasa," pungkas Sintya Marisca.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Momen Bungong Jeumpa Melantun Indah di Beijing, Kala TRUST Bawa Simfoni dari Indonesia