Bagaimana tidak? Sejak hari pertama, termometer di sepanjang rute balapan Tour De France hampir tidak pernah menunjukkan angka di bawah 30 derajat Celsius.

Bahkan, suhu udara di beberapa titik ekstrem dilaporkan kerap menembus angka di atas 40 derajat Celsius.

Kendati harus bertarung di bawah sengatan matahari yang membakar, para pembalap sejauh ini mampu mengatasinya dengan sangat luar biasa.

Di balik ketangguhan mereka, ada perang logistik berskala raksasa yang dilakukan oleh setiap tim di belakang layar.

"Ada pepatah mengatakan, jenderal yang baik berbicara tentang strategi, tetapi jenderal yang hebat berbicara tentang logistik, bukan?" kata Direktur Olahraga EF Education-EasyPost, Charly Wegelius, seperti dikutip AFP.

https://www.akurat.co/arena/872882/tour-de-france-tim-merlier-rajai-etape-8-di-bergerac-catatkan-kemenangan-back-to-back

"Mencoba menjaga para pembalap tetap dingin dengan segala keterbatasan yang ada adalah tantangan logistik yang masif. Mulai dari menyiapkan es, menyalurkannya, hingga memastikan mereka tetap terhidrasi. Namun, setiap tim, bahkan pihak penyelenggara, melakukan semua yang mereka bisa."

Inovasi Kasur Pintar dan Kaus Kaki Es di Tour De France

Untuk menjaga kondisi fisik para atlet, tim-tim peserta TdF kini tidak lagi hanya mengandalkan siraman air manual di kepala. Berbagai teknologi mutakhir pun dikerahkan.

Salah satu inovasi paling menarik digunakan oleh tim EF Education-EasyPost. Mereka membekali para pembalapnya dengan kasur pendingin khusus di kamar hotel.

Kasur ini bekerja dengan mengalirkan air dingin melalui pipa-pipa kecil di bagian dalamnya.

"Kasur ini mengikuti suhu tubuh pembalap, mencari suhu optimal agar mereka bisa tidur nyenyak, lalu menghangatkannya secara perlahan di pagi hari untuk membangunkan mereka," jelas Wegelius.

Dengan kasur ini, pembalap bisa tidur dengan nyaman tanpa perlu menyalakan pendingin ruangan yang kerap membuat udara kamar menjadi kering dan mengganggu pernapasan atlet.

Sementara di jalanan, pembalap dibekali dengan rompi es (ice vests) dan kaus kaki es (ice socks).

Kaus kaki yang diisi bongkahan es ini biasanya dimasukkan ke balik jersey bagian belakang pembalap untuk menurunkan suhu tubuh secara instan saat mereka mengayuh pedal di tengah rute.

Direktur Tour De France, Christian Prudhomme, membeberkan bahwa pihak penyelenggara (ASO) membagikan sedikitnya 450 kilogram es per hari kepada tim-tim yang bertanding.

Pihak ASO bahkan memperlonggar aturan pemberian logistik (feeding window), di mana pembalap kini diperbolehkan mengambil pasokan air di sepanjang rute etape, kecuali pada sepuluh kilometer pertama dan sepuluh kilometer terakhir.

Sebagai gambaran nyata, tim asal Prancis, Cofidis, mengungkapkan bahwa mereka menyiapkan sekitar 150 botol air untuk satu etape saja, di mana lebih dari setengahnya dalam kondisi beku.

Selain itu, mereka juga menghabiskan 60 kilogram es per hari. Secara total, tim dengan kekuatan delapan pembalap ini telah menghabiskan 1.700 botol air hanya dalam sembilan etape pertama.

Di tengah cuaca panas yang membakar, peran pembalap pendukung (domestique) menjadi jauh lebih krusial.

Pembalap veteran asal Australia dari tim Jayco AlUla, Luke Durbridge (35), menceritakan bahwa ada pembalap yang tugas utamanya sepanjang hari hanya turun-naik ke mobil tim untuk mengambil botol air.

Namun, tugas sederhana inilah yang justru menjadi penentu kemenangan tim.

"Karena tuntutan fisiknya begitu berat, Anda tidak akan melihat mereka melakukan hal lain selain itu sepanjang balapan," kata Durbridge.

"Itulah yang membedakan pembalap GC (klasemen umum) atau pembalap yang memenangi etape. Jika mereka tidak mendapatkan botol dingin untuk disiramkan ke kepala mereka, mereka akan mengalami overheat dan langsung tersingkir dari balapan."

Pihak penyelenggara menyadari bahwa panas ekstrem ini tidak hanya mengancam keselamatan para pembalap, tetapi juga jutaan pasang mata yang berdiri di pinggir jalan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASO membagikan sekitar 2,5 juta topi kepada para penggemar sepanjang rute balapan, lengkap dengan 550.000 kaleng minuman dan 400.000 liter air bersih demi memastikan festival balap sepeda terbesar di dunia ini tetap berjalan dengan aman dan meriah.