Jakarta -

Toyota menambah investasi di Vietnam. Pabrikan asal Jepang itu menanam modal untuk mengembangkan fasilitas pabrik, sekaligus menyiapkan lini produksi kendaraan hybrid di negara tersebut.

Dikutip dari media lokal Vietnam, pada 28 Agustus, Pemerintah Provinsi Phu Tho menyerahkan keputusan investasi yang telah direvisi serta sertifikat registrasi yang sudah diperbarui untuk ke-12 kalinya kepada Toyota Motor Vietnam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam revisi tersebut, Toyota menambah modal investasi sebesar US$ 283,7 juta atau nyaris Rp 5 triliun. Dengan tambahan itu, total investasi proyek Toyota di Vietnam kini mencapai lebih dari US$ 373 juta atau Rp 6,5 triliunan.

Pabrik ToyotaIlustrasi Pabrik Toyota Foto: Doc. Reuters

Investasi tambahan tersebut salah satunya dipakai untuk membangun lini produksi kendaraan hybrid. Ini menjadi langkah penting karena selama ini seluruh mobil hybrid Toyota yang dijual di Vietnam masih berstatus impor utuh.

Toyota merupakan produsen pertama yang memperkenalkan mobil hybrid berbasis bensin-listrik ke pasar Vietnam. Namun, dibandingkan sejumlah kompetitornya, Toyota terbilang lambat dalam memproduksi mobil hybrid secara lokal.

Ketua Komite Rakyat Provinsi Phu Tho, Tran Duy Dong, meminta Toyota terus memprioritaskan inovasi teknologi dalam produksi kendaraan elektrifikasi.

Toyota juga didorong untuk memperluas jaringan pemasok komponen lokal Vietnam. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan tingkat kandungan lokal kendaraan sekaligus memperkuat industri komponen dalam negeri.

Selain itu, Toyota diminta meningkatkan pelatihan tenaga kerja Vietnam agar nantinya bisa mengisi posisi-posisi penting dalam jajaran manajemen perusahaan.

Pemerintah Vietnam memang tengah mendorong pengembangan industri otomotif dan industri pendukung. Berdasarkan Keputusan Perdana Menteri Nomor 929 yang diterbitkan pada 29 Mei 2026, sektor otomotif masuk dalam industri prioritas untuk pengembangan industri pendukung.

Pemerintah menargetkan tingkat lokalisasi industri otomotif mencapai 22-30% pada 2030 dan meningkat menjadi 32-40% pada 2035.

Dengan tambahan investasi tersebut, Toyota bukan hanya memperbesar kapasitas produksinya di Vietnam. Pabrikan Jepang itu juga mulai mengarah pada produksi mobil elektrifikasi, khususnya hybrid, secara lokal.

(sfn/dry)