TPID Kota Kupang berupaya stabilkan harga pangan melalui operasi pasar murah

Selasa, 28 Juli 2026 04:10 WIB

Image Print

TPID Kota Kupang memantau pelaksanaan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah di Pasar Oebobo, Kota Kupang, Senin (27/7/2026). ANTARA/Yoseph Boli Bataona

Kupang, NTT (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berupaya menstabilkan harga pangan melalui operasi pasar di enam kecamatan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Operasi pasar murah ini merupakan langkah nyata pemerintah menjaga keterjangkauan harga dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia di tengah dinamika pasokan dan distribusi,” kata Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kupang Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ignasius Repelita Lega di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Kupang pada Juni 2026 mencapai 4,02 persen yang dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti beras, cabai rawit, bawang merah, dan tomat akibat faktor musim, pasokan, serta distribusi.

Menurut dia, pengendalian inflasi tidak semata mengejar angka statistik, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat dan meringankan biaya hidup rumah tangga.

Ignasius mengajak seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, kelompok tani, dan seluruh mitra pembangunan terus memperkuat kolaborasi menjaga ketahanan pangan daerah.

"Kepada masyarakat Kota Kupang, pemerintah kota mengimbau agar tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memastikan stok pangan tetap tersedia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang Muhammad Khairil mengatakan operasi pasar dilaksanakan di enam kecamatan, dimulai dari Kecamatan Oebobo pada 27 Juli 2026 dan dilanjutkan ke lima kecamatan lainnya pada awal Agustus.

Ia menjelaskan berbagai komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, dan komoditas pangan strategis lainnya dengan harga di bawah harga pasar berkat dukungan pemerintah dan para mitra.

"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga daya beli, menekan laju inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Kupang," katanya.

Pada kesempatan sama, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Rio Khasananda mengatakan operasi pasar tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis (GPPS) Bali Nusra 2026 yang dilaksanakan serentak di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, Kota Kupang memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi daerah karena menyumbang sekitar 54,89 persen terhadap pembentukan inflasi Provinsi NTT.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan TPID melalui operasi pasar, kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi, peningkatan produktivitas komoditas pangan strategis, serta penguatan data dan informasi pangan," katanya.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.