Liputan6.com, Washington, DC - Sebuah truk yang dikemudikan seorang perempuan menerobos lapangan sepak bola saat pertandingan anak-anak berlangsung di Wichita, Kansas, Amerika Serikat, pada Sabtu (17/10/2026). Peristiwa itu menewaskan dua orang dan menyebabkan 11 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Kapten Kepolisian Wichita Aaron Moses mengatakan, korban tewas adalah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dan seorang pria berusia 35 tahun. Sementara itu, korban yang dilarikan ke rumah sakit berusia antara 5 hingga 68 tahun.

Moses menyebut pengemudi truk merupakan perempuan berusia 34 tahun yang telah ditahan polisi. Namun, belum diketahui apakah perempuan tersebut sengaja menerobos lapangan atau tidak.

"Kami masih menyelidiki bagaimana dan mengapa kejadian ini bisa terjadi," kata Moses seperti dilaporkan Associated Press.

Ia menambahkan, terdapat dua anak di dalam truk saat kejadian.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi mengungkapkan bahwa pengemudi tersebut berasal dari Garden City, Kansas. Perempuan itu juga diduga memiliki anak yang sedang mengikuti pertandingan sepak bola di kompleks olahraga yang sama, tetapi bukan di lapangan tempat kejadian.

Menurut polisi, perempuan tersebut bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan.

Polisi juga memastikan bahwa kedua korban tewas berasal dari McPherson, Kansas, dan tidak memiliki hubungan keluarga.

Sementara itu, dari 11 orang yang dilarikan ke rumah sakit, lima di antaranya merupakan anak-anak berusia antara 5 hingga 9 tahun.

Sebanyak 10 korban mengalami cedera akibat benturan, mulai dari luka ringan hingga cedera yang sangat serius. Adapun satu orang lainnya mendapat perawatan karena masalah medis yang tidak berkaitan dengan cedera akibat benturan.

Meski demikian, polisi menyatakan seluruh korban yang dirawat di rumah sakit diperkirakan dapat bertahan hidup.

Kepala Kepolisian Wichita Joe Sullivan mengatakan, sejumlah warga langsung memberikan pertolongan kepada para korban sesaat setelah kejadian, bahkan sebelum petugas darurat tiba di lokasi.

"Tindakan mereka sungguh luar biasa," ujar Sullivan. "Namun, saya rasa hal itu juga mencerminkan karakter masyarakat Wichita."

Pihak berwenang memastikan tidak ada lagi ancaman terhadap keselamatan masyarakat setelah kejadian tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kota Wichita mengumumkan bahwa seluruh kegiatan di Stryker Sports Complex, tempat kejadian berlangsung, dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Wali Kota Wichita Lily Wu mengimbau masyarakat menjauhi lokasi kejadian selama proses penyelidikan berlangsung. Ia juga mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa tersebut.

"Saya turut mendoakan semua orang yang terdampak, terutama anak-anak dan keluarga yang terlibat," tulis Wu di Facebook.