Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIB

VIVA – Presenter Ruben Onsu kembali menjadi sorotan di tengah konflik dengan mantan istrinya, Sarwendah. Perselisihan keduanya belakangan tak hanya menyangkut persoalan pertemuan Ruben dengan anak-anak, tetapi juga merembet ke komentar warganet di media sosial.

Baca Juga

Sorotan tersebut muncul setelah Ruben merayakan ulang tahunnya yang ke-43 pada 15 Agustus 2026. Dalam perayaan itu, Ruben tampak menghabiskan waktu bersama putra angkatnya, Betrand Peto, serta anak-anak dari sebuah panti asuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, momen tersebut justru diwarnai komentar pedas dari salah satu warganet. Ruben dituding hanya melakukan pencitraan karena disebut tidak memiliki waktu untuk bertemu maupun membiayai anak kandungnya.

Baca Juga

"Pencitraan banget, ketemu anak kandung aja nggak ada waktu, anak kandung aja kagak dibiayai," tulis seorang haters di kolom komentar Instagram Ruben, dikutip Rabu 19 Agustus 2026. 

Komentar tersebut rupanya diketahui oleh pihak Ruben. Kendati demikian, sang presenter disebut tidak mengambil langkah hukum terkait tudingan tersebut.

Baca Juga

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengatakan kliennya memilih tidak ambil pusing terhadap berbagai hujatan yang diarahkan kepadanya. Menurut Minola, orang yang sudah memiliki kebencian terhadap seseorang cenderung sulit menerima penjelasan apa pun.

"Nggak ada (mau ngelaporin). Ruben kan sudah tahu gitu loh ya namanya orang yang sudah benci kita ya pasti akan benci kita terus apapun yang kita sampaikan nggak akan masuk ke dalam akal sehat mereka," kata Minola Sebayang kepada awak media, dikutip Rabu 19 Agustus 2026.

"Tapi orang yang memang paham kita, kita nggak perlu menjelaskan sesuatu pasti mereka paham apa yang menjadi situasi kita. Jadi itu mah nggak perlu diurus gitu," sambungnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minola kemudian mengungkap adanya kemungkinan sebagian pihak sengaja menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian terhadap Ruben. Ia bahkan menyinggung fenomena buzzer yang menurutnya bisa saja bekerja karena mendapatkan bayaran.

"Artinya ya mungkin ada sebagian orang juga yang menyuarakan kebenciannya itu juga mungkin memang dia dibayar untuk menyuarakan kebenciannya. Kayak kata Ruben kan kita nggak bisa juga halangi orang yang mencari nafkah," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya

"Sampai postingan Ruben kalau nggak salah dia juga ngomong kayak begitu. 'Buzzer ini enggak libur juga ya di 17 Agustus'. Jadi ya artinya kan ya namanya orang cari nafkah, nggak ada masalah lah walaupun dia menyangkal, dialah yang tahu dengan Tuhan," tukasnya.