Jakarta (ANTARA) - Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSPP UMJ) memperkuat tata kelola koperasi untuk memangkas rantai distribusi produk kelautan sehingga nilai tambah dapat lebih banyak dinikmati nelayan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Ketua PSPP UMJ Endang Rudiatin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh volume hasil tangkapan, tetapi juga kemampuan koperasi mengelola rantai pasok dan memanfaatkan peluang pasar.

"Kunci utama peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya terletak pada volume hasil tangkapan, tetapi pada bagaimana koperasi mampu mengelola rantai pasok dan menangkap peluang pasar produk olahan turunan," katanya.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan bertema "Tata Kelola Koperasi dan Pemasaran Produk Kelautan" bagi pengurus dan anggota Koperasi Pesisir Surya Samudera di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, pada 22–24 Agustus 2026.

Pelatihan itu merupakan tahap akhir proyek percontohan Desa Berdikari hasil kerja sama PSPP UMJ dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.

Materi pelatihan mencakup kebijakan dan potensi produk kelautan Sambas dari Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas serta legalisasi dan operasionalisasi koperasi dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sambas.

Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai perizinan usaha dan produk untuk pasar umum.

Endang mengatakan dengan tata kelola yang profesional dan terintegrasi, Koperasi Pesisir Surya Samudera dapat memangkas rantai distribusi yang panjang sehingga nilai tambah produk kelautan, termasuk komoditas unggulan seperti lobster dan ubur-ubur, dapat dirasakan langsung masyarakat nelayan.

"Melalui pembinaan koperasi nelayan, kami berharap dapat mendorong digitalisasi rantai nilai, kemandirian permodalan syariah serta standardisasi kualitas produk perikanan termasuk proses halal, agar nelayan lokal mampu menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.

Endang berharap kolaborasi pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dengan PSPP UMJ dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Paloh.

Sementara itu, Ketua Koperasi Pesisir Surya Samudera Halimin mengatakan koperasi akan segera berkoordinasi dan membuka perekrutan anggota bagi nelayan di Kecamatan Paloh, termasuk nelayan ubur-ubur, nelayan lobster, pelaku UMKM olahan produk kelautan dan perikanan, serta nelayan garam di Desa Sebubus dan Temajuk.

Sejak 2022, PSPP UMJ telah memfasilitasi nelayan ubur-ubur di Desa Sebubus melalui pengembangan kilang multifungsi ubur-ubur dan lobster serta tunnel garam sebagai solusi atas kelangkaan garam dalam pengolahan ubur-ubur.

PSPP UMJ selanjutnya membentuk kelompok nelayan garam dan memfasilitasi pembangunan rumah garam. Kelompok tersebut kemudian menjadi anggota Koperasi Pesisir Surya Samudera.

Baca juga: Pemerintah siapkan SPPI kelola koperasi dan kampung nelayan

Baca juga: Budiman: Kampung Nelayan dan Koperasi kunci entaskan kemiskinan

Baca juga: Pemerintah perluas SPBUN di pesisir untuk tekan biaya melaut nelayan

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.