UMPRI berdayakan kader Posyandu Lansia melalui aplikasi deteksi dini demensia
UMPRI berdayakan kader Posyandu Lansia melalui aplikasi deteksi dini demensia
Selasa, 6 Oktober 2026 21:56 WIB
UMPRI berdayakan kader Posyandu Lansia melalui aplikasi deteksi dini demensia (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) memberdayakan kader Posyandu Lansia di Desa Kutoarjo, Kabupaten Pesawaran, melalui penerapan aplikasi digital untuk mendukung deteksi dini demensia dan stimulasi kemampuan kognitif lansia.
Program tersebut merupakan bagian dari Hibah BIMA tahun pendanaan 2026, dengan jenis program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), dan ruang lingkup pemberdayaan masyarakat pada sektor kesehatan lansia.
Kegiatan dengan judul “Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia Melalui Penerapan Aplikasi Deteksi Dini Demensia dan Cognitive Training Berbasis Gamifikasi” ini diketuai oleh Ns. Gunawan Irianto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D., bersama anggota tim Ns. Fuadah Fahrudiana, M.Kep., dan Prilian Ayu Minarni, S.Kom., M.T.I.
Program tersebut didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal program dilaksanakan pada 6 Oktober 2026 di Desa Kutoarjo. Dalam kegiatan tersebut, tim pelaksana memaparkan capaian program sekaligus menunjukkan hasil pemberdayaan kader dan penerapan teknologi di masyarakat.
Menurut Ketua Pelaksana Program, Gunawan Irianto, pelaksanaan kegiatan dengan dukungan dana sebesar Rp20 juta tersebut telah dilakukan melalui lima tahapan.
Tahapan dimulai dari sosialisasi dan membangun kesepahaman bersama, pelatihan kader untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini demensia, penerapan Aplikasi Sahabat Lansia, pendampingan dan evaluasi lansia yang terindikasi mengalami gangguan kognitif, hingga penguatan legalitas serta keberlanjutan program melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) kader dan integrasi sistem di tingkat desa.
“Program ini diarahkan agar kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam melakukan skrining dan memberikan stimulasi kognitif kepada lansia,” kata Gunawan.
Hasil pelaksanaan menunjukkan sebanyak 10 kader desa telah mampu melakukan skrining digital secara mandiri menggunakan Aplikasi Sahabat Lansia.
Aplikasi tersebut juga membantu mempercepat proses skrining. Jika sebelumnya skrining secara manual membutuhkan waktu sekitar 30 menit, penggunaan aplikasi dapat memangkas waktu menjadi kurang dari 10 menit.
Peningkatan kapasitas kader juga terlihat dari hasil evaluasi pengetahuan. Skor kader meningkat dari 82,5 menjadi 97,8 setelah mengikuti rangkaian program.
Selain itu, program tersebut turut mendorong partisipasi lansia dalam kegiatan Posyandu. Tingkat kehadiran lansia tercatat meningkat hingga lebih dari 70 persen.
Tidak hanya menghasilkan aplikasi, tim UMPRI juga menyusun dua modul cetak interaktif sebagai pendukung kegiatan. Kedua modul tersebut telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) berupa Surat Pencatatan Ciptaan.
Capaian program juga telah didiseminasikan melalui publikasi artikel ilmiah pada Journal of Public Health Concerns (PHC) Volume 6 Nomor 4, pemberitaan media massa nasional dan lokal, serta konten audiovisual melalui YouTube.
Dalam rangka memastikan capaian program, reviewer dari kementerian melakukan wawancara dengan sejumlah kader Posyandu Lansia dan Kepala Desa Kutoarjo, Suprastiyo.
Para kader menyampaikan bahwa penerapan Aplikasi Sahabat Lansia membantu mereka memperoleh keterampilan baru dalam melakukan deteksi dini demensia. Mereka juga mendapatkan pengalaman dalam memberikan stimulasi kognitif melalui permainan berbasis gamifikasi.
Sementara itu, Kepala Desa Kutoarjo Suprastiyo mengapresiasi pelaksanaan program yang dilakukan UMPRI. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah berakhirnya program hibah, tetapi dapat terus dilanjutkan dan diintegrasikan dengan sekolah lansia yang telah berjalan di Desa Kutoarjo.
Keberlanjutan program menjadi salah satu fokus penting agar kemampuan kader dan pemanfaatan teknologi yang telah dibangun dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia di Desa Kutoarjo.
Pewarta : Ardiansyah
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.