Undana mendorong pariwisata Labuan Bajo bangkit pascagempa

Senin, 21 September 2026 13:21 WIB

Image Print

Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Undana Dr. Rolland E. Fanggidae (kiri) berpose dengan sejumlah narasumber di Labuan Bajo. ANTARA/Ho-Undana

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mendorong penerapan ekonomi hijau dan diversifikasi usaha untuk memperkuat kebangkitan pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pascagempa melalui International Conference on Economics, Management, Accounting & Tourism (ICEMAT) 2026.

Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Undana Dr Rolland E Fanggidae mengatakan keberlanjutan pariwisata sangat bergantung pada pengelolaan lingkungan dan ekonomi yang dilakukan saat ini.

“Pariwisata sebuah daerah keberlanjutannya itu sangat bergantung dari pengelolaan kita hari ini. Kami menjadikan wadah ini untuk promosi ke semua negara untuk ayo kembali berkunjung ke Labuan Bajo,” katanya dalam konferensi yang diikuti secara daring dari Kupang, Senin.

Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida itu mengusung tema “Go Green, Stay Competitive: Practical Tools for Sustainable Tourism Businesses” dengan menghadirkan akademisi dan praktisi dari Indonesia, Malaysia, India, dan Belanda.

Ia mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

Menurut dia, ketergantungan pelaku usaha terhadap kunjungan wisatawan dan agenda kegiatan membuat UMKM membutuhkan strategi usaha yang lebih beragam ketika terjadi gangguan terhadap sektor pariwisata.

“UMKM rintisan itu sangat tergantung kepada event maupun kunjungan. Ketika event dan kunjungan berkurang, pasti akan sangat berpengaruh kepada pendapatan,” ujar dia.

Karena itu, sebanyak 30 pelaku UMKM rintisan di Labuan Bajo dilibatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang menjadi bagian dari rangkaian ICEMAT 2026.

Pelaku UMKM tersebut memperoleh penguatan kapasitas in dan mengikuti sesi konferensi untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pengembangan serta diversifikasi produk agar tidak hanya bergantung pada satu jenis produk atau pasar.

“Tidak hanya bergantung kepada satu produk, tapi mungkin ada produk-produk lain yang bisa diterima oleh pasar di situasi-situasi yang mungkin seperti situasi saat ini,” kata Rolland.

Selain penguatan UMKM, ICEMAT 2026 juga memperluas kerja sama akademik internasional melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara FEB Undana dan Faculty of Economics and Management Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menuju kesepakatan Memorandum of Agreement (MoA).

Kerja sama tersebut mencakup keikutsertaan Undana dalam konsorsium Malaysia–Indonesia International Collaboration on Economics, Management and Accounting (MIICEMA), penunjukan koordinator kegiatan bersama, serta pengembangan berbagai program akademik.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.