Mataram (ANTARA) - Universitas Mataram (Unram) melalui Program Profesor Berdampak menyiapkan peta jalan pengembangan kopi berkelanjutan selama tiga tahun guna meningkatkan daya saing kopi lokal di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).  

"Penerapan budidaya kopi yang sehat sangat penting untuk meningkatkan kualitas hasil panen serta memperkuat daya saing produk olahan kopi," kata Ketua Tim Profesor Berdampak, Muhammad Sarjan di Mataram, Jumat.  

Sarjan mengatakan pengembangan kopi berkelanjutan diawali dengan penerapan budidaya sehat berbasis praktik pertanian yang baik atau good agricultural practices (GAP). 

Budidaya kopi yang sehat tersebut menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus memperkuat daya saing produk olahan kopi.

Menurut dia, Sembalun yang terletak di kaki Gunung Rinjani merupakan sentra hortikultura dan perkebunan sekaligus agrowisata unggulan berbasis lanskap alam dan pertanian.  

"Potensi itu membuka peluang besar bagi kopi lokal sebagai produk unggulan yang mendukung ekonomi kreatif dan pariwisata daerah," ucap Sarjan.

Guru Besar Budidaya Pertanian tersebut menjelaskan peta jalan tahun pertama difokuskan pada penyusunan fondasi melalui sosialisasi, identifikasi kebutuhan petani, penyusunan standar operasional prosedur GAP, serta pelatihan pembuatan pupuk organik maupun hayati, dan pestisida nabati.  

Pada tahun kedua, program diarahkan untuk penguatan hilirisasi produk melalui pelatihan pengolahan pascapanen, proses roasting, serta pembentukan kelompok barista agar meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor kopi.  

"Integrasi budidaya sehat, pengelolaan hama terpadu, pascapanen, kelembagaan, dan talenta muda menjadi model pengembangan kopi berkelanjutan yang dapat direplikasi di kawasan agrowisata lain," papar Sarjan.  

Universitas Mataram mengenalkan lima inovasi dalam budidaya kopi berkelanjutan meliputi teknologi budidaya sehat untuk mengurangi pupuk dan pestisida sintetis, pengelolaan hama terpadu berbasis ekologi, pusat pembelajaran kopi, pasca panen dan peningkatan mutu produk, serta pelibatan generasi muda.

Baca juga: Pemprov NTB menyiapkan 13 desa ekspor fokus garap komoditas unggulan

Program itu diharapkan mampu menurunkan ketergantungan petani terhadap input kimia sintetis, meningkatkan produktivitas lahan dan omzet UMKM mitra rata-rata 10 persen per tahun, sekaligus memperkuat kapasitas petani dan generasi muda dalam membangun industri kopi berkelanjutan.

Kepala Desa Sembalun Bumbung Hizmanurrozi menyambut baik dukungan perguruan tinggi dalam penerapan budidaya sehat tanam kopi untuk mendongkrak kualitas dan nilai produk olahan.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026