Unsoed gandeng Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat pelacakan alumni
Unsoed gandeng Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat pelacakan alumni
Kamis, 30 Juli 2026 19:44 WIB
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng. (kanan) berbincang dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Selasa (28/7/2026). ANTARA/HO-Unsoed
Tracer study bukan lagi sekadar instrumen akreditasi
Purwokerto (ANTARA) - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat sistem tracer study melalui integrasi data ketenagakerjaan nasional guna meningkatkan akurasi pelacakan alumni dan kualitas lulusan perguruan tinggi.
Langkah tersebut dibahas dalam audiensi di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Selasa (28/7), yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Rombongan Unsoed juga diikuti Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., serta Ketua Unsoed Career Portal.
Audiensi diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., bersama Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi yang berfokus pada penguatan sistem tracer study alumni melalui integrasi data ketenagakerjaan nasional.
Salah satu pembahasan utama adalah sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan dalam pemanfaatan data tenaga kerja untuk mendukung pelacakan lulusan perguruan tinggi.
Integrasi data tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai serapan lulusan di dunia kerja sekaligus meningkatkan validitas data tracer study.
Dengan data yang lebih akurat, perguruan tinggi dapat mengetahui kondisi alumni setelah lulus, termasuk bidang pekerjaan, kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri, serta perkembangan karier mereka.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed Prof. Norman Arie Prayogo mengatakan tracer study kini tidak lagi sekadar menjadi instrumen pendukung akreditasi, melainkan telah berkembang menjadi salah satu fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi yang berbasis kebutuhan pasar kerja.
"Tracer study bukan lagi sekadar instrumen akreditasi, tetapi telah berkembang menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan data yang lebih akurat dan bermanfaat bagi pengembangan mutu lulusan," katanya.
Menurut dia, dukungan data ketenagakerjaan yang lebih akurat akan memudahkan Unsoed memantau perjalanan karier alumni, mengevaluasi relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta menyusun kebijakan pengembangan kompetensi mahasiswa secara lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unsoed Ratna Stia Dewi mengatakan penguatan Unsoed Career Portal akan menjadi salah satu fokus implementasi hasil kerja sama tersebut.
"Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, layanan karier diharapkan tidak hanya memfasilitasi tracer study, juga memperluas akses alumni terhadap informasi lowongan kerja, pengembangan kompetensi, jejaring profesional, hingga berbagai program peningkatan kesiapan kerja," katanya.
Dia mengatakan integrasi sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas layanan karier bagi mahasiswa dan alumni.
Selain mendukung pelaksanaan tracer study, portal karier juga dapat menjadi penghubung antara lulusan dengan dunia kerja melalui penyediaan informasi rekrutmen, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga jejaring profesional.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih komprehensif antara Unsoed, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung transformasi layanan karier perguruan tinggi.
Melalui sinergi tersebut, ketiga pihak berharap dapat membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih kuat sehingga menghasilkan lulusan yang semakin kompetitif serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.