Gresik (ANTARA) - Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak akan menggeser keberadaan toko kelontong milik warga, melainkan menjadi pelengkap dalam memperkuat perekonomian desa.

"Keberadaan gerai Koperasi Desa Merah Putih tidak akan mematikan toko-toko kelontong milik warga yang sudah ada di desa. Kehadirannya justru saling melengkapi. Karena itu, saya mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak benar atau hoaks," katanya saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Gresik, Minggu.

Ia menjelaskan gerai KDKMP dibentuk untuk memperluas akses masyarakat terhadap barang bersubsidi sekaligus menjadi sarana pemasaran hasil pertanian dengan harga yang layak.

"Peringatan Harkopnas menjadi momentum memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tengah tantangan ekonomi global," katanya. 

Menurut dia, koperasi harus terus bertransformasi menjadi lebih modern, profesional, transparan, serta mampu memanfaatkan teknologi digital agar memiliki daya saing yang tinggi.

"Koperasi harus semakin modern, profesional, transparan, serta mampu memanfaatkan teknologi digital agar memiliki daya saing yang tinggi," ujarnya.

Alif menambahkan Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus mendorong pertumbuhan koperasi yang sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Gresik Achwan Hariyanto mengatakan tingginya partisipasi masyarakat dalam Harkopnas menunjukkan besarnya dukungan terhadap pengembangan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.

Peringatan Harkopnas ke-79 di Kabupaten Gresik diikuti ribuan warga dan diisi dengan senam bersama, jalan sehat, pameran produk UMKM, penyerahan penghargaan kepada insan koperasi, serta pembagian doorprize.

Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.