Jakarta (ANTARA) - Wajah terlihat kusam meski sudah mencuci muka secara rutin? Kondisi ini cukup umum dan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kulit yang kering, paparan sinar matahari, penumpukan sel kulit mati, hingga kebiasaan sehari-hari.

Kulit kusam bukan istilah medis khusus. Secara umum, kondisi ini menggambarkan kulit yang terlihat kurang cerah, tidak segar, atau memiliki tekstur yang terasa lebih kasar. Kulit yang kehilangan kelembapan juga dapat tampak lebih kusam dan terasa kencang.

Karena penyebabnya beragam, cara mengatasinya pun tidak cukup hanya dengan mengganti produk perawatan kulit. Kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Penyebab wajah terlihat kusam

1. Kulit kekurangan kelembapan

Salah satu penyebab wajah tampak kusam adalah kulit yang terlalu kering. Ketika kulit kehilangan banyak air, permukaannya dapat terlihat kasar, mengelupas, dan garis-garis halus menjadi lebih terlihat.

Kulit kering dapat dipicu oleh berbagai hal, termasuk penggunaan produk pembersih yang terlalu keras, mandi dengan air terlalu panas, serta kondisi lingkungan yang kering.

Baca juga: Kiat merias wajah 'glowing' dalam lima langkah

2. Penumpukan sel kulit mati

Kulit secara alami melepaskan sel-sel kulit mati. Namun, sel kulit mati yang menumpuk di permukaan dapat membuat wajah terlihat kurang cerah dan teksturnya terasa tidak rata.

Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi.

3. Terlalu sering terpapar sinar matahari

Paparan sinar ultraviolet (UV) juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Paparan UV dalam jangka panjang dapat mempercepat proses penuaan kulit dan berkontribusi terhadap munculnya perubahan warna atau bintik pada kulit.

Karena itu, perlindungan dari sinar matahari penting dilakukan meskipun aktivitas sehari-hari lebih banyak dilakukan di dalam ruangan.

4. Kebiasaan merawat kulit yang kurang tepat

Mencuci wajah memang penting, tetapi terlalu sering mencuci atau menggunakan produk yang keras justru dapat mengganggu lapisan pelindung kulit.

Produk perawatan yang lembut dan bebas pewangi lebih disarankan bagi kulit yang mudah kering atau sensitif.

5. Kurang tidur dan pola hidup kurang sehat

Kondisi kulit juga tidak terlepas dari kebiasaan sehari-hari. Tidur yang cukup, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik merupakan bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan pola makan sehat yang mencakup buah dan sayuran, protein tanpa lemak, serta lemak sehat untuk mendukung kesehatan kulit.

Baca juga: Panduan basic skincare untuk pria pemula yang praktis dan efektif

Cara mengatasi wajah kusam

Jika wajah mulai terlihat kusam, tidak perlu buru-buru menggunakan banyak produk sekaligus. Mulailah dari perawatan dasar yang dilakukan secara konsisten.

1. Gunakan pembersih yang lembut

Bersihkan wajah secara rutin menggunakan pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit. Hindari menggosok wajah terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi.

Untuk kulit yang cenderung kering, AAD merekomendasikan pembersih yang lembut dan produk tanpa pewangi.

2. Jangan lupa menggunakan pelembap

Pelembap membantu mempertahankan kelembapan kulit. Untuk kulit kering, produk berbentuk krim atau salep umumnya dapat memberikan kelembapan lebih dibandingkan lotion.

Beberapa bahan yang dapat ditemukan dalam pelembap antara lain gliserin, asam hialuronat, dimethicone, petrolatum, dan ceramide.

Pelembap juga sebaiknya digunakan ketika kulit masih sedikit lembap setelah mencuci wajah agar membantu mempertahankan air pada permukaan kulit.

3. Lindungi wajah dari sinar matahari

Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan perlindungan spektrum luas dan SPF 30 atau lebih ketika beraktivitas di luar ruangan. Perlindungan tambahan seperti mencari tempat teduh dan menggunakan pakaian pelindung juga dapat membantu.

Kebiasaan ini penting bukan hanya untuk membuat kulit terlihat lebih baik, tetapi juga untuk membantu mengurangi dampak paparan UV dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara memilih moisturizer untuk kulit berminyak berlebih

4. Eksfoliasi secukupnya

Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati yang membuat permukaan kulit terlihat kusam. Namun, tidak berarti semakin sering dilakukan hasilnya akan semakin baik.

Jika dilakukan terlalu agresif atau terlalu sering, eksfoliasi justru dapat mengiritasi kulit. Karena itu, pilih metode yang sesuai dengan kondisi kulit dan hentikan jika muncul rasa perih atau iritasi.

5. Cukupi kebutuhan istirahat

Jangan hanya fokus pada produk perawatan kulit. Tubuh juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup.

Tidur yang berkualitas merupakan salah satu kebiasaan yang dianjurkan dalam menjaga kesehatan kulit. Saat tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup, proses pemulihan alami tubuh dapat berjalan dengan lebih baik.

6. Perhatikan pola makan

Pola makan seimbang juga dapat menjadi bagian dari perawatan kulit. Usahakan menu sehari-hari tetap beragam dengan mencukupi kebutuhan buah, sayuran, protein, dan sumber lemak sehat.

Tidak perlu mengikuti diet ekstrem hanya demi mendapatkan kulit yang terlihat lebih cerah. Fokus pada pola makan yang cukup dan seimbang justru lebih penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kapan wajah kusam perlu diperiksa?

Wajah yang terlihat kusam biasanya bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, perubahan warna kulit yang baru muncul, menetap, semakin luas, atau disertai ruam dan keluhan lain sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah kosmetik.

Perubahan warna kulit dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk kondisi kulit, infeksi, obat-obatan, perubahan pigmentasi, maupun masalah kesehatan tertentu. Jika perubahan tersebut tidak membaik atau terus berkembang, pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu menemukan penyebabnya.

Baca juga: 7 cara mengurangi lemak di pipi agar wajah tampak lebih tirus

Baca juga: 7 manfaat baby oil untuk wajah serta cara menggunakannya dengan aman

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.