Pangkalpinang (ANTARA) - Wali Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Saparudin menyatakan penerapan parkir kendaraan sistem langganan "smart parking" dapat menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir Rp15 miliar, sehingga mendorong percepatan pembangunan di daerah ini.

"Penerapan smart parking ini PAD dari sektor parkir ini bisa naik Rp15 miliar dibandingkan parkir manual hanya sekitar Rp2 miliar," kata Saparudin, di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang sedang melakukan uji coba penerapan smart parking yang telah dimulai 1 Oktober hingga Desember 2026, guna memberikan keadilan kepada masyarakat dan juga mendorong peningkatan PAD bagi pemerintah daerah ini.

"Kita berharap uji coba smart parking berjalan dengan baik, agar penerapan parkir kendaraan sistem berlangganan di 2027 nanti berjalan optimal untuk meningkatkan PAD di daerah ini," katanya.

Dia menyatakan dengan adanya penerimaan PAD dari sektor parkir ini tentunya fasilitas-fasilitas umum di Kota Pangkalpinang ini akan semakin baik untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"PAD ini nantinya akan dikembalikan ke masyarakat melalui pembangunan sarana dan fasilitas publik di daerah ini," katanya pula.

Ia mengatakan penerapan smart parking ini sangat meringankan dan membantu masyarakat, karena biaya parkir kendaraan smart parking ini hanya Rp1.000 per hari.

"Kalau masyarakat berlangganan satu hari hanya dikenai biaya Rp1.000. Minsalnya mulai parkir pukul 07.00 WIB berarti selesainya pukul 07.00 WIB besok dan jika berlangganan tujuh hari maka biayanya hanya Rp7.000 dan smart parking ini tidak berlaku di tempat-tempat parkir khusus seperti trans mart, rumah sakit timah dan tempat khusus lainnya," katanya lagi.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.