Wamenko Pangan Hanif Faisol: Optimalisasi MBG Dorong Tingkatkan Permintaan Susu Domestik
Bagikan:
JAKARTA - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemerintah terus mendorong optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan permintaan susu domestik seiring upaya pemenuhan konsumsi susu masyarakat yang masih tergolong rendah.
Hanif mengatakan, peningkatan konsumsi susu menjadi bagian penting dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat sekaligus memperkuat permintaan terhadap produk susu dalam negeri.
"Ya, tentu didorong (produk susu domestik lewat MBG). Kami sangat mendorong peningkatan permintaan susu karena konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah," katanya dilansir ANTARA, Jumat, 24 Juli.
Dia menyebut konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 16,7 kilogram per kapita per tahun atau jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara produsen susu.
Menurut dia, tingkat konsumsi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang peningkatan permintaan susu nasional melalui berbagai program pemerintah, termasuk MBG.
"Kalau dibagi 365 hari, jumlahnya hanya sekitar 1 atau 2 sendok makan per hari. Artinya, konsumsi susu masyarakat kita memang masih perlu terus ditingkatkan," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hanif juga mengatakan peningkatan konsumsi susu harus diimbangi dengan penguatan produksi dalam negeri agar kebutuhan nasional tidak terus bergantung pada pasokan impor.
Dia menyebut pemerintah saat ini terus mendorong berbagai upaya peningkatan produksi susu, termasuk melalui pengembangan teknologi peternakan yang memungkinkan sapi perah dibudidayakan di wilayah yang lebih luas.
BACA JUGA:
Terlebih, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi susu segar Indonesia pada 2025 mencapai 820.874,80 ton, dengan Jawa Timur menyumbang 475.394,90 ton, Jawa Barat 251.871,10 ton, dan Jawa Tengah 75.336,85 ton sehingga perlu terus ditingkatkan.
"Kalau teknologi tersebut berhasil dan kita mampu merekayasa iklim mikro di dalam kandang, maka peternakan sapi perah tidak harus selalu berada di daerah pegunungan, tetapi bisa dikembangkan di dataran yang lebih rendah," katanya.
Hanif mengatakan, peningkatan permintaan susu melalui MBG perlu diikuti peningkatan kapasitas produksi dalam negeri agar manfaat ekonomi dapat dirasakan peternak dan industri sapi perah nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor susu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+