Wamenko Pangan sebut penanganan karhutla Kalsel jadi prioritas
Wamenko Pangan sebut penanganan karhutla Kalsel jadi prioritas
Rabu, 23 September 2026 18:36 WIB
Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menanggapi pertanyaan awak media usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Jakarta, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan menjadi salah satu prioritas utama saat ini.
“Kita akan mulai (penanganan maksimal) dalam waktu segera dan dilakukan serentak dalam satu kesatuan waktu yang melibatkan semua unsur-unsur kekuatan ekonomi, kekuatan pemerintahan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Hanif usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, langkah ini sejalan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Karhutla.
“Inpres ini kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dimandatkan juga untuk melakukan penanganan dan penanggulangan karhulta di kawasan swasembada pangan, energi, dan air,” ujar Hanif.
Khusus di Kalimantan Selatan, ia mengatakan bahwa dalam rapat koordinasi yang digelar hari ini, evaluasi penanganan karhutla selama 1,5 bulan terakhir telah dilakukan, terutama di wilayah Ring 1 atau wilayah utama karhutla di Banjarbaru.
“Ini terjadi di daerah gambut. Sepertinya kita mengingat ketersediaan air yang semakin terbatas. Kita perlu melakukan gerakan massal di dalam rangka penanggulangan karhutla,” ujar Hanif.
Ia mengatakan, per Agustus, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait telah mengerahkan hampir 3.500 orang per hari, menggunakan lebih dari 300 pompa air, melibatkan lebih dari 30 unit alat berat pada lokasi tersebut.
“Namun ternyata kering yang cukup panjang tidak memudahkan (karhutla) untuk ditanggulangi. Sehingga segala macam metodologi kita tempuh untuk kita lakukan,” katanya.
Wamenko Pangan mengatakan, rencana jangka pendek saat ini adalah penguatan kerja sama dalam pemadaman serentak.
“Kita kemudian merencanakan ke depan bahwa ini api harus kita keroyok habis. Jadi semua potensi yang muncul api harus dilakukan pemadaman serentak, sehingga api tidak sempat lagi menjalar,” ujar Hanif.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026