Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono merespons cepat kisah viral anak pengetik naskah proklamasi, Sayuti Melik yang hidup terlunta-lunta, Heru Baskoro (84), dengan memberikan upaya pendampingan secara komprehensif.

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Wamensos berbincang langsung dengan Heru dan sang istri, Treyzia Noviani (65) di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi untuk mendapat bantuan residensial, rehabilitasi medis dan psikososial.

Pasangan tersebut, katanya, telah dievakuasi dari rumah kontarakan di Rawalumbu, Kota Bekasi sejak Senin (13/7). Hal ini dikatakan saat Wakil Menteri Agus Jabo Priyono mewakili Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengunjungi langsung Heru di pusat rehabilitasi STPL Bekasi.

Baca juga: Mensos pastikan dampingi anak tokoh Proklamasi Sayuti Melik

"Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf di sini, di sini ada dokter juga," ujar Agus Jabo.

Dia mengatakan kebutuhan sehari-hari pasangan suami istri ini juga akan dipenuhi. Wamensos juga sempat mengecek langsung layanan STPL kepada pasangan suami istri tersebut.

Selain itu, Wamensos juga memberi motivasi dan semangat kepada Heru dan istri bahwa Kemensos akan menjadi jembatan bagi pihak terkait lainnya serta pihak keluarga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Heru.

Dia menjelaskan hidup Heru sebelumnya tergolong sangat cukup, karena sejak tahun 1998 hingga 2024, ia dan istrinya tinggal di Kanada. Sehari-hari ia mencukupi kebutuhannya dengan bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak, lkarena ia mengantongi status kewarganegaraan tetap Amerika.

Roda kehidupannya berputar sejak memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada 2024. Heru mengalami masalah di mata kanannya, sehingga mengalami penurunan penglihatan dan sempat bolak balik Indonesia-Kanada untuk berobat.

Setelah berjalan enam bulan berada di Indonesia, dana pensiun milik Heru tidak dapat dibayarkan kembali. Hal ini membuat Heru dan istri mengalami masalah finansial dan menjual semua asetnya.

Baca juga: Pemerintah rawat anak penulis naskah proklamasi yang sakit dari Kanada

Baca juga: Mengenal Sayuti Melik, sosok yang mengetik teks proklamasi

Kemensos, katanya, akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Kemenlu, KBRI dan Kemenkes terkait dana pensiun milik Heru dan perawatan kesehatannya, karena ia perlu menjalani operasi kornea mata.

"Tetapi, apapun nanti Kemensos akan berdiskusi dengan Kementerian terkait, termasuk dengan keluarga, kira-kira nanti jalan terbaiknya seperti apa. Apakah Kemenlu nanti melalui KBRI juga akan melakukan pengecekan apakah uang pensiunnya juga masih bisa dicairkan," katanya.

Menurutnya, jika dapat diurus tanpa harus kembali ke Kanada, hal itu akan lebih baik bagi kesehatan Heru.

Dia mengatakan semua masih menunggu hasil koordinasi antar-pemerintah dan keluarga untuk menentukan langkah-langkah terbaik selanjutnya dalam penanganan Heru dan istri.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.