Warga Rejang Lebong diimbau waspadai banjir dan longsor saat pancaroba - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengimbau masyarakat di wilayah itu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan tanah longsor pada masa pancaroba.
Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M Budianto dihubungi di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan ancaman bencana tersebut meningkat seiring tingginya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah itu, dalam beberapa hari terakhir.
Dia menjelaskan potensi banjir dipicu oleh tumpukan sampah yang menyumbat saluran air selama musim kemarau, dan kemudian terbawa arus saat hujan deras hingga berisiko menimbulkan luapan air di permukiman.
Potensi tanah longsor rawan terjadi karena kondisi tanah di kawasan perbukitan dan lereng menjadi labil setelah beberapa bulan dilanda musim kemarau.
"Peringatan ini terutama kami tujukan kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran aliran sungai di wilayah Kecamatan Curup, Curup Tengah, dan Curup Utara, serta kawasan lereng yang berpotensi longsor," kata dia.
Dia meminta warga untuk peka terhadap perubahan kondisi lingkungan saat hujan berlangsung, seperti peningkatan debit air sungai, genangan, maupun tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar tempat tinggal.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, pihaknya telah menyiagakan personel yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), serta relawan bencana yang tersebar di 156 desa/kelurahan di 15 kecamatan.
Selain itu, BPBD Rejang Lebong menyiapkan sarana pendukung berupa dua alat berat jenis loader dan ekskavator mini, mobil dapur umum, mobil tangki air, obat-obatan, hingga logistik makanan siap saji yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.