Waspada stroke di kamar mandi, Ini cara mencegahnya
Jakarta (ANTARA) - Kamar mandi perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi lansia dan orang yang memiliki faktor risiko stroke. Suhu air, perubahan posisi tubuh, hingga lantai licin dapat memicu kondisi yang membahayakan.
Meski begitu, mandi bukan penyebab langsung stroke. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Salah satu faktor risiko utama yang perlu dikendalikan adalah tekanan darah tinggi.
Penelitian pada 1.479 orang dewasa menunjukkan bahwa perubahan suhu tubuh saat mandi air panas dapat memengaruhi tekanan darah dan denyut nadi. Paparan suhu dingin sebelum mandi juga dapat memperbesar perubahan tersebut.
Karena itu, beberapa kebiasaan berikut dapat dilakukan untuk menjaga keamanan saat berada di kamar mandi.
1. Hindari air yang terlalu panas
Air yang terlalu panas dapat menyebabkan perubahan pada sistem kardiovaskular. Penelitian menunjukkan mandi dengan air bersuhu 40 derajat Celsius dapat menurunkan tekanan darah sekaligus meningkatkan denyut jantung dalam kondisi tertentu.
Gunakan air dengan suhu yang nyaman dan hindari berlama-lama di dalam air yang sangat panas, terutama jika memiliki penyakit jantung, hipertensi atau kondisi kesehatan lainnya.
Baca juga: Pemanis buatan pada soda diet tingkatkan risiko kena serangan jantung
Baca juga: Pentingnya layanan pre-hospital dalam "golden period" serangan stroke
2. Jangan langsung masuk kamar mandi setelah berada di tempat dingin
Perubahan suhu secara mendadak dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri.
Studi pada orang dewasa lanjut usia menemukan bahwa suhu ruangan yang lebih dingin sebelum mandi berkaitan dengan peningkatan suhu kulit yang lebih besar selama mandi. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perubahan tekanan darah dan denyut nadi yang lebih besar.
Sebaiknya beri tubuh waktu untuk beradaptasi sebelum mandi, terutama ketika perbedaan suhu lingkungan cukup besar.
3. Jangan terburu-buru saat berdiri
Perubahan posisi tubuh secara cepat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah pada sebagian orang dan membuat kepala terasa ringan atau kehilangan keseimbangan.
Penelitian mengenai paparan panas menunjukkan kondisi panas dapat memperbesar penurunan tekanan darah ketika seseorang berpindah dari posisi berbaring ke berdiri.
Karena itu, bangun secara perlahan dan berpegangan pada permukaan yang kokoh jika diperlukan.
4. Gunakan alas antiselip
Lantai kamar mandi yang basah dapat meningkatkan risiko terpeleset. Bagi orang yang pernah mengalami stroke atau mempunyai gangguan keseimbangan, risiko jatuh perlu mendapat perhatian khusus.
American Stroke Association menyarankan penggunaan alas mandi antiselip dan grab bar untuk membantu meningkatkan keamanan ketika mandi.
Pastikan alas tidak mudah bergeser dan lantai kamar mandi tidak dibiarkan dalam kondisi licin.
Baca juga: Enam jam penentu keselamatan pasien serangan jantung
5. Pasang pegangan di kamar mandi
Pegangan yang dipasang dengan kuat dapat membantu ketika seseorang masuk, keluar atau berdiri di kamar mandi.
American Stroke Association juga menyarankan pemasangan grab bar serta penggunaan bangku mandi bagi orang yang membutuhkan bantuan untuk menjaga keseimbangan.
Jangan menggunakan benda yang tidak dirancang sebagai pegangan karena dapat terlepas ketika diberi beban.
6. Pertimbangkan mandi dengan shower
Bagi orang yang mempunyai gangguan keseimbangan atau pernah mengalami stroke, penggunaan shower dapat menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan berendam di bak.
Menurut peneliti shower lebih aman daripada bak mandi karena risiko jatuh dapat lebih rendah. Penggunaan bangku mandi juga dapat membantu jika seseorang sulit berdiri dalam waktu lama.
7. Jangan mandi sendirian jika berisiko tinggi
Orang yang mudah pusing, memiliki gangguan keseimbangan, pernah mengalami stroke atau membutuhkan bantuan saat berpindah posisi sebaiknya tidak memaksakan diri mandi sendirian.
Sediakan orang yang dapat membantu atau setidaknya pastikan ada cara untuk meminta pertolongan dengan cepat.
8. Kendalikan tekanan darah
Pencegahan stroke sebenarnya tidak hanya dilakukan ketika berada di kamar mandi. Mengendalikan tekanan darah dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian penting dalam menurunkan risiko stroke.
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko stroke yang penting. Karena itu, orang dengan hipertensi perlu memantau tekanan darah dan mengikuti pengobatan yang telah diberikan dokter.
Selain itu, pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, tidak merokok dan menjaga berat badan juga berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.
Baca juga: Infeksi virus dapat tingkatkan risiko serangan jantung dan stroke
Kenali tanda stroke saat di kamar mandi
Hal yang paling penting adalah mengenali gejala stroke. Jangan menganggap tubuh tiba-tiba lemas atau pusing setelah mandi sebagai keluhan biasa jika gejalanya muncul secara mendadak.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain wajah mencong, kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau sulit berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan dan sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
Jika gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan medis. Stroke merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin.
Apakah mandi bisa menyebabkan stroke?
Tidak tepat jika dikatakan bahwa mandi secara langsung menyebabkan stroke.
Penelitian justru menunjukkan respons tubuh terhadap air panas cukup beragam. Studi pada orang dewasa dengan hipertensi yang telah mendapat pengobatan menemukan tekanan darah sistolik menurun selama 10 menit berendam pada air bersuhu 40 derajat Celsius, sementara denyut jantung meningkat.
Penelitian lain pada 2024 terhadap orang lanjut usia juga menemukan adanya perubahan tekanan darah dan denyut nadi selama mandi air panas.
Artinya, perhatian utama bukan pada larangan mandi, melainkan bagaimana mandi dilakukan dengan aman, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.
Pada akhirnya, mencegah masalah kesehatan saat mandi dapat dilakukan dengan menghindari air yang terlalu panas, tidak melakukan perubahan posisi secara mendadak, menggunakan alas antiselip, memasang pegangan dan meminta bantuan jika diperlukan.
Yang tidak kalah penting, pencegahan stroke harus dilakukan setiap hari dengan mengendalikan tekanan darah serta faktor risiko lainnya. Kamar mandi yang aman dapat membantu mengurangi risiko jatuh dan kondisi berbahaya, tetapi bukan satu-satunya langkah untuk mencegah stroke.
Baca juga: Dokter tekankan pentingnya penanganan segera "heat stroke"
Baca juga: Dokter ingatkan riwayat keluarga tingkatkan risiko jantung&hipertensi
Baca juga: Benarkah vape lebih aman daripada rokok tembakau?
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.