Jakarta (ANTARA) - Xpeng Indonesia menjawab keresahan masyarakat tanah air, terkait ukuran tubuh gambot yang dimiliki oleh X9 dalam melintasi jalur sempit dan berkelok dengan memanfaatkan fitur-fitur yang dimilikinya.

Dalam sesi uji coba, Xpeng X9 terbaru ini diarahkan untuk melewati lintasan yang disimulasikan menyerupai kondisi jalan sempit dengan sejumlah tikungan.

Meski memiliki panjang bodi mencapai sekitar 5,3 meter, mobil dapat melewati lintasan tersebut tanpa membutuhkan banyak koreksi setir.

VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto mengatakan kemampuan tersebut salah satunya ditunjang sistem pengarah roda belakang atau rear wheel steering.

“Ban belakangnya membantu untuk bermanuver melalui fitur rear wheel steering. Sehingga meskipun badannya gambot, panjangnya lebih 5,3 meter, manuvernya nampaknya lincah dan gesit,” kata Hari di Tangerang, Senin.

Selain itu, kendaraan ini juga memiliki radius putar 5,1 meter, sehingga mirip dengan city car pada umumnya.

Baca juga: Xpeng Indonesia angkat bicara terkait "recall" X9 di global

Kombinasi radius putar dan rear wheel steering tersebut, menjadi salah satu teknologi yang diuji untuk melihat kemampuan X9 ketika menghadapi ruang terbatas.

Untuk lebih memudahkan penggunanya ketika melintasi kondisi jalan yang sempit dan berkelok, X9 terbaru ini memiliki sistem kamera 360 derajat yang membantu pengemudi memantau kondisi di sekitar kendaraan.

Fitur ini, menjadi penting mengingat dimensi X9 yang cukup besar.

Pengujian kemudian dilanjutkan dengan Reverse Assist. Fitur tersebut memungkinkan kendaraan melakukan manuver mundur, dengan memanfaatkan memori rute yang sebelumnya telah dilalui.

Tampilan dalam dari Xpeng X9 terbaru. (ANTARA/Chairul Rohman)

Xpeng juga membekali X9, dengan kemampuan maju dan mundur secara otomatis serta Remote Parking.

Fitur ini, sekaligus untuk membuktikan kesungguhan fitur cerdas yang terdapat pada kendaraan premium tersebut.

Fitur Automatic Parking Assist (APA) turut diuji untuk melihat kemampuan kendaraan menemukan dan melakukan manuver menuju ruang parkir secara otomatis.

Kehadiran sejumlah fitur tersebut, membuat proses parkir tidak sepenuhnya bergantung pada koreksi pengemudi.

Di sektor keselamatan, Xpeng juga menyematkan teknologi yang dirancang membantu menstabilkan kendaraan ketika menghadapi kondisi darurat, termasuk simulasi ban pecah.

Sementara untuk kenyamanan, X9 terbaru mendapatkan penyempurnaan peredaman suara melalui teknologi noise cancellation.

Baca juga: Sejumlah NEV pabrikan China raih penghargaan di GIIAS 2026

Tampilan ruang dalam dari Xpeng X9 terbaru. (ANTARA/Chairul Rohman)

Untuk pasar Indonesia, New Xpeng X9 tersedia dalam tiga varian. Standard Range Pro dibekali baterai 84,5 kWh dengan jarak tempuh hingga 620 km berdasarkan pengujian NEDC.

Sementara Long Range Pro dan Long Range Pro+ menggunakan baterai 110 kWh dengan jarak tempuh hingga 715 km NEDC. (XPENG)

Ketiga varian menggunakan penggerak roda depan (FWD), dengan tenaga maksimum 235 kW dan torsi 450 Nm.

Arsitektur 800 volt mendukung pengisian cepat 10-80 persen, dalam sekitar 12 menit pada kondisi yang mendukung.

Dengan kombinasi dimensi besar, pengarah roda belakang, serta fitur bantuan parkir, Xpeng X9 menunjukkan bahwa ukuran bodi tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kesulitan ketika bermanuver di ruang terbatas.

Baca juga: XPENG pamer robot humanoid hingga mobil terbang X2 di GIIAS 2026

Baca juga: Xpeng tarik 33.473 unit X9 akibat gangguan suspensi udara

Baca juga: Xpeng G6 AWD hadir dengan motor ganda, tawarkan peningkatan performa

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

  • Tags
  • xpeng x9
  • x9
  • xpeng