Dikutip dari Reuters, Xring O3 merupakan penerus Xring O1, chip pertama Xiaomi yang diperkenalkan sekitar setahun sebelumnya. Dengan membuat chip sendiri, Xiaomi dapat memiliki kendali lebih besar terhadap berbagai bagian penting produknya.

Dibuat dengan Teknologi 3 Nanometer

Menurut dua sumber yang mengetahui rencana tersebut, TSMC akan memproduksi Xring O3 menggunakan proses 3 nanometer. Salah satu sumber mengatakan chip ini diperkirakan akan digunakan pada ponsel lipat flagship Xiaomi berikutnya. Target pengirimannya diperkirakan sekitar 200.000–300.000 unit.

Angka tersebut bukan jumlah ponsel yang sudah terjual. Itu merupakan target pengiriman chip berdasarkan informasi sumber Reuters.

Xring O3 juga menunjukkan bahwa Xiaomi ingin mengikuti langkah perusahaan besar lain seperti Apple, Samsung, dan Huawei yang mengembangkan chip sendiri.

Chip smartphone atau SoC (system-on-chip) bukan sekadar prosesor. Di dalam satu komponen tersebut terdapat berbagai fungsi penting, termasuk pemrosesan komputasi, grafis, AI, dan pengolahan gambar.

Karena itu, kemampuan membuat SoC sendiri dapat memberikan produsen smartphone lebih banyak kebebasan dalam menentukan fitur dan mengoptimalkan perangkat.

Xiaomi Sudah Mengembangkan Chip Selama Beberapa Tahun

Perjalanan Xiaomi tidak dimulai dari Xring O3. Perusahaan pertama kali meluncurkan Xring O1 pada 2025. Xiaomi mengatakan jumlah perangkat yang menggunakan O1, termasuk smartphone, tablet, dan smartwatch telah melampaui 1 juta unit sejak diluncurkan.

Menurut sumber Reuters, sekitar 150.000 smartphone yang menggunakan Xring O1 telah terjual sejak ponsel berbasis chip tersebut mulai dijual pada Mei 2025.

Xiaomi juga telah mengeluarkan investasi lebih dari 20 miliar yuan, atau sekitar Rp46 triliun dengan asumsi kurs Rp2.300 per yuan, untuk pengembangan chip. Tim semikonduktornya kini berjumlah lebih dari 3.000 orang.

Yang menarik, Xiaomi tidak berhenti pada chip smartphone. Perusahaan juga sedang mengembangkan Xring O100, chip untuk pemrosesan AI, serta Xring D100, chip yang ditujukan untuk teknologi kendaraan otonom.

Artinya, strategi Xiaomi mulai bergerak lebih jauh: bukan hanya membuat ponsel, tetapi juga mengembangkan teknologi inti yang dapat digunakan pada berbagai produk.

Bagi pengguna, manfaatnya mungkin tidak langsung terlihat. Nama chip tidak selalu menjadi alasan seseorang membeli ponsel.

Namun di balik layar, kemampuan membuat komponen sendiri dapat membantu Xiaomi mengontrol desain perangkat, mengembangkan fitur khusus, dan mengurangi ketergantungan pada perusahaan lain.

Dan jika Xring O3 benar-benar digunakan pada ponsel lipat flagship berikutnya, chip ini bisa menjadi salah satu bagian penting dari upaya Xiaomi untuk bersaing lebih serius di kelas premium.