XLSmart Punya Amunisi Baru, 90 MHz Dialokasikan Perkuat Sinyal 5G Nasional
Surabaya -
Usai mendapatkan tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari pemerintah, XLSmart langsung tancap gas memperkuat kualitas layanan 5G. Spektrum tersebut menjadi amunisi baru bagi operator seluler ini untuk memperluas sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan 5G di Indonesia.
Diketahui, XLSmart memenangkan 30 MHz (2x15 MHz) pada pita 700 MHz dan 50 MHz pada pita 2,6 GHz dalam seleksi pengguna spektrum frekuensi radio yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dari tambahan tersebut, pita 2,6 GHz menjadi salah satu andalan XLSmart untuk memperkuat layanan 5G. Saat ini, XLSmart mengalokasikan 50 MHz di pita 2,6 GHz dan 40 MHz di pita 2,3 GHz untuk layanan 5G. Maka, total spektrum yang dialokasikan untuk 5G mencapai 90 MHz di kota-kota yang telah diluncurkan layanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan tambahan spektrum tersebut akan digunakan untuk menghadirkan layanan 5G yang tidak hanya tersedia di titik-titik tertentu, tetapi memiliki kualitas dan cakupan yang lebih merata.
"Kita tidak hanya per titik 5G yang kemudian nyatakan sudah 5G. Tapi, betul-betul 4G dan 5G berada pada titik yang sama. Inilah yang akan kita selesaikan ke depan, sehingga kita harapkan pada akhir tahun ini 5G di Indonesia betul-betul sudah dinikmati oleh sebagian besar masyarakat," ujar Merza dalam agenda media gathering di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, Direktur & Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam menjelaskan, spektrum 2,6 GHz yang diperoleh XLSmart sudah mulai diaktifkan setelah perusahaan mendapatkan izin untuk mengoperasikannya pada 5 Agustus 2026. Proses aktivasi di seluruh wilayah yang telah meluncurkan 5G kemudian diselesaikan pada 22 Agustus 2026.
"Frekuensi 700 dan 2,6 GHz kita diberi dan bisa turn on pada 5 Agustus, selesai 22 Agustus. Semua daerah yang kita sudah luncurkan 5G, frekuensi 2,6 GHz sudah on," kata Shurish.
Dengan tambahan 50 MHz di 2,6 GHz, XLSmart kini memiliki total 90 MHz spektrum yang dialokasikan untuk 5G, terdiri dari 40 MHz di 2,3 GHz dan 50 MHz di 2,6 GHz.
Sedangkan, pita 700 MHz tidak secara khusus dialokasikan untuk 5G. XLSmart menggunakannya untuk mendukung jaringan 4G bersama dengan spektrum 850 MHz, 1,8 GHz, dan 2,1 GHz.
"Jadi total 90 MHz dialokasikan ke 5G di kota-kota yang kita luncurkan. Untuk 700 MHz untuk mendukung 4G, juga 850 MHz, 1,8 GHz, 2,1 Ghz. Jadi, 4G still, kebanyakan pelanggan masih 4G," kata Shurish.
Meski tambahan spektrum memberikan ruang lebih besar untuk meningkatkan kualitas jaringan, XLSmart masih menghadapi tantangan dari sisi dukungan perangkat.
Shurish mengatakan, berbeda dengan pita 1.800 MHz dan 2,1 GHz yang sudah didukung hampir seluruh perangkat, dukungan perangkat untuk frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz saat ini baru sekitar 60%.
"Tapi ada satu masalah that we are still working with pemerintah dan perangkat. Tidak seperti frekuensi 1.800 MHz atau 2,1 GHz, semua handset support, tapi 700 MHz, 2,6 GHz perangkat ini hanya 60% device support. Jadi, kita tengah kerjasama dengan OEM, seperti Xiaomi, Oppo, Samsung, Apple, dan pemerintah untuk turn on," tuturnya.
XLSmart juga harus melakukan penyesuaian terhadap susunan spektrumnya setelah pita 900 MHz nantinya dikembalikan kepada pemerintah. Untuk spektrum rendah, perusahaan akan mengandalkan pita 850 MHz dan 700 MHz.
"Spektrum 900 MHz harus dikembalikan ke pemerintah. So, jadi punya frekuensi 850 MHz, ya kalua band yang paling rendah. Kita support pakai 850 MHz dengan 700 MHz (saat ini)," pungkas Shurish.
Tambahan spektrum tersebut turut mendorong XLSmart meningkatkan ambisi pengembangan 5G. Target yang sebelumnya mencakup 88 kota hingga akhir tahun kini diperluas menjadi 101 kota.
(agt/agt)
TAGS
LIHAT LAINNYA