Yogyakarta siapkan tujuh event unggulan dongkrak kunjungan wisata

Selasa, 8 September 2026 06:15 WIB

Image Print

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan dalam konferensi pers di Yogyakarta. Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosan.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan tujuh event unggulan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 kota guna mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah tersebut selama Oktober 2026.

"Kenapa kita itu membuat tujuh event unggulan, event pendukung dan 'road to' karena kita itu ingin memperbanyak pengunjung di Yogyakarta," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam konferensi pers di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, tujuh event unggulan Kota Yogyakarta yang diadakan pada Oktober tersebut meliputi Yk Festisale, Simfoni 1001 pembatik di Malioboro, Malioboro Run, Sarkemfest, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), Kustomfest dan Otentik City Rally.

Melalui event yang berupa promo dan diskon melibatkan berbagai sektor perdagangan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), ritel, hotel dan pelaku usaha lainnya tersebut diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi.

Baca juga: Dispar DIY: Penerapan full pedestarian Malioboro untuk tarik wisatawan

"Jadi itu sebetulnya kita ingin supaya 'length of stay' (lama menginap) orang yang ke Yogyakarta lebih panjang. Maka kemudian kita coba event-nya tidak hanya hari, tapi bulan," katanya.

Menurut dia, hal yang membedakan puncak HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yaitu WJNC diadakan di sepanjang Malioboro sampai Titik Nol Kilometer pada 7 Oktober agar bisa lebih dinikmati dan ditonton di sepanjang jalan yang lebih panjang.

Selain itu, kata dia, dengan mempertimbangkan pengalaman event serupa pada tahun-tahun sebelumnya yang mampu mendongkrak wisatawan kurang lebih 40.000 lebih penonton.

"Kita tarik lebih panjang dari rel Malioboro, sampai ke Titik Nol agar bisa dinikmati. Malioboro adalah tempat paling top dan interest publik. Makanya kami menghormati pengunjung Malioboro tidak repot-repot saat WJNC," katanya.

Baca juga: Pemda DIY: Portal sirip Malioboro batasi kendaraan bermotor bukan pedestrian

Sejumlah event unggulan yang digelar selama September-Oktober itu mengusung tema Otentik Konkret, yang diharapkan menjadi penguatan jati diri kota menghadirkan kegiatan dan karya nyata yang dapat dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, tema itu menjadi penguat dan arah agar semua kegiatan mampu mengangkat hal-hal yang menjadi ciri khas Yogyakarta, dengan otentik bagaimana bisa dibuktikan ciri khas tidak hanya ciri tapi bisa bermanfaat, menyejahterakan masyarakat.

"Tema Otentik Konkret ini sangat tepat, karena berbicara tentang jati diri Yogyakarta. Dan konkret itu bicara tentang bagaimana jati diri itu bisa diwujudkan dalam bentuk gerak dan karya yang akhirnya bisa bermanfaat bagi kita semua," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Yogyakarta siapkan tujuh event unggulan dongkrak kunjungan wisata

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026