Yudisium Pascasarjana UMPR lahirkan 160 magister sebagai elit baru penggerak pembangunan

Jumat, 31 Juli 2026 13:17 WIB

Image Print

Yudisium Pascasarjana UMPR yang diikuti 160 lulusan magister. (ANTARA/Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.)

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Kalimantan Tengah, melalui Yudisium Mahasiswa Program Pascasarjana Tahap III Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Kampus 3 UMPR, melahirkan 160 lulusan baru yang akan terlibat langsung dalam pergerakan pembangunan di provinsi setempat.

Rektor UMPR Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf di Palangka Raya, Jumat mengatakan bahwa 160 magister yang baru saja dikukuhkan merupakan kekuatan baru Kalimantan Tengah yang berasal dari 14 kabupaten dan kota dengan latar belakang profesi yang beragam.

"UMPR telah mengukuhkan 160 magister baru yang kami yakini sebagai elit baru Kalimantan Tengah. Mereka berasal dari 14 kabupaten dan kota, terdiri atas para penggerak pemerintahan, anggota kepolisian, pelaku UMKM, aktivis lingkungan, praktisi politik, praktisi hukum, hingga berbagai profesi strategis lainnya yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah," kata Yusuf.

Ia mengatakan capaian akademik tersebut harus menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan manfaat kepada masyarakat melalui bidang tugas masing-masing.

"Gelar magister bukan garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, saya berharap seluruh lulusan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengimplementasikan ilmu, konsep, dan hasil kajian akademik dalam bidang tugas masing-masing," ujarnya.

Yudisium Pascasarjana UMPR yang diikuti 160 lulusan magister. (ANTARA/Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.)

Menurut dia, hakikat pendidikan pascasarjana tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga mampu mengaktualisasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan.

"Hakikat pendidikan magister tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memahami nilai aksiologi ilmu pengetahuan. Konsep-konsep yang dipelajari di ruang kuliah harus diterapkan dalam pekerjaan dan pengabdian sehingga mampu mendorong kemajuan Kalimantan Tengah," katanya.

Yudisium dihadiri Bupati Lamandau, Dr Rizky Aditya Putra SE MM, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Prof Dr Ahmad Syar'i MPd, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Tengah, Dr Sanawiah SAg MH, Ketua Badan Pembina Harian UMPR, Prof Dr Bulkani MPd, jajaran wakil rektor, dekan, direktur, dosen, serta mahasiswa peserta yudisium.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamandau, Dr Rizky Aditya Putra menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para peserta yudisium sebagai bekal kepemimpinan dan motivasi bagi lulusan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah. Acara kemudian ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa Program Magister Administrasi Publik sebelum para lulusan mengikuti prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: Mahasiswa FK UMPR siap beri layanan kesehatan gratis pada gladi-wisuda 2026

Baca juga: Dosen FH UMPR diuji PP Muhammadiyah dalam pertahankan Disertasi

Baca juga: Fakultas Hukum UMPR gandeng tiga perguruan tinggi perkuat tata kelola dan pengembangan akademik

Baca juga: Mahasiswa FAI UMPR praktik mengajar dan administrasi kependidikan di sekolah

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.