Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 752 prajurit TNI Angkatan Laut resmi menyandang baret ungu Korps Marinir setelah menyelesaikan Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan ke-180 yang diakhiri dengan lintas medan sejauh 300 hingga 350 kilometer.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel Marinir Rana Karyana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan pembaretan dilaksanakan di Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (12/10).

"Sebagai puncak latihan, para prajurit menjalani Tahap Lintas Medan (Limed) dengan berjalan kaki menempuh jarak 300 hingga 350 kilometer selama belasan hari," kata Rana.

Ia menjelaskan para prajurit memulai perjalanan dari Banyuwangi dan mengakhirinya di Pantai Baruna dengan membawa perlengkapan tempur lengkap.

Selama perjalanan, mereka harus melewati berbagai medan berat sebagai ujian ketahanan fisik, mental, disiplin, dan daya juang sebelum dikukuhkan sebagai prajurit Korps Marinir.

"Dengan membawa perlengkapan tempur lengkap, mereka melintasi berbagai medan berat sebagai ujian akhir ketahanan, disiplin, dan daya juang sebelum dikukuhkan sebagai Prajurit Petarung Korps Marinir," ujarnya.

Rana mengatakan sebanyak 752 prajurit yang mengikuti pembaretan tersebut terdiri atas 453 lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I dan 299 lulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I.

Sebelum menjalani lintas medan, para prajurit telah menyelesaikan lima tahapan pendidikan, yakni Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, dan Lawan Gerilya.

Menurut dia, seluruh peserta yang menyelesaikan rangkaian pendidikan tersebut dalam kondisi sehat dan selamat.

Penyematan baret ungu menandai keberhasilan para prajurit menyelesaikan pendidikan komando sekaligus pengukuhan identitas mereka sebagai prajurit petarung Korps Marinir TNI AL.

Rana berharap pendidikan yang telah dijalani dapat membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, dan siap melaksanakan berbagai penugasan pertahanan negara.

"Seluruh prajurit diharapkan mampu mengemban kehormatan baret ungu dengan penuh tanggung jawab, senantiasa siap menghadapi setiap tantangan, serta memberikan pengabdian terbaik demi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara," katanya.

Baca juga: Prajurit Marinir latihan bela diri untuk perkuat kemampuan tempur

Baca juga: Marinir TNI AL jalin kerja sama pertahanan dengan militer Belanda

Baca juga: Dekat dengan Marinir AS, Indonesia dapat harga khusus AAV M-35

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.