Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:10 WIB

Jakarta, VIVA – Netflix berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerjanya. Kebijakan tersebut diambil di tengah upaya perusahaan mempertahankan pertumbuhan bisnis dan menentukan prioritas penggunaan sumber daya.

Baca Juga

Netflix menyampaikan rencana pengurangan karyawan tersebut pada Rabu (14/10/2026). Menurut memo yang beredar, PHK sebagian besar akan berdampak pada tim produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia (SDM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam memo kepada karyawan, dua CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menjelaskan bahwa perusahaan perlu menentukan prioritas dalam mengalokasikan tenaga kerja dan sumber daya untuk mendukung bisnis.

Baca Juga

“Misi kami, yaitu menghibur dunia, sangat ambisius, dan untuk mewujudkannya, kami perlu disiplin dalam menentukan prioritas penggunaan tenaga kerja dan sumber daya,” tulis Sarandos dan Peters dalam email kepada karyawan, sebagaimana dikutip dari CNBC, Kamis (15/10/2026). 

“Bisnis kami kuat dan terus berkembang, dan kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai proyeksi kinerja setahun penuh. Kami akan terus berinvestasi secara agresif pada bidang-bidang berdampak tinggi untuk meningkatkan layanan kami serta mendorong pertumbuhan dan inovasi lebih lanjut,” sambungnya. 

Baca Juga

“Untuk melakukan itu, diperlukan pilihan-pilihan yang terarah di seluruh bisnis agar kami dapat terus memberikan layanan bagi anggota, mitra, karyawan, dan investor kami,” ungkap memo tersebut.

Netflix menyatakan tidak memiliki komentar tambahan di luar memo kedua CEO tersebut. Perusahaan dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartalan pada 20 Oktober 2026.

Rencana PHK ini muncul beberapa pekan setelah Sarandos mengatakan dalam konferensi Bloomberg Screentime pada 1 Oktober 2026 bahwa perusahaan “tidak tumbuh secepat yang saya inginkan”.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Netflix menghadapi tantangan di tengah kinerja keuangan yang masih solid dan posisinya sebagai pemain terbesar di industri layanan streaming. Namun, waktu menonton di platform tersebut mengalami stagnasi. Sementara itu, pendorong utama penambahan pelanggan baru berasal dari kebijakan pembatasan berbagi kata sandi dan peluncuran paket berbiaya lebih rendah yang didukung iklan.

YouTube menjadi salah satu pesaing terbesar Netflix. Di sisi lain, persaingan juga berpotensi meningkat seiring rencana entitas gabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery untuk mengintegrasikan layanan streaming Paramount+ dan HBO Max.

Halaman Selanjutnya

Dalam beberapa tahun terakhir, Netflix memperluas jenis kontennya melalui siaran olahraga langsung, dokumenter, dan gim video untuk bersaing memperebutkan perhatian konsumen. Namun, perusahaan belum banyak menghadirkan tayangan populer yang mampu memicu perbincangan luas, seperti “Stranger Things” dan “Squid Game”, yang sebelumnya membantu mendorong pertumbuhan pelanggan dan jumlah penonton.