Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:12 WIB

VIVA – Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, melihat kemiripan antara kultur sepak bola Indonesia dan Italia. Setelah bertahun-tahun berkarier di Italia, ia merasakan gairah serupa ketika membela skuad Garuda, terutama dari besarnya fanatisme para pendukung.

Baca Juga

Emil mengaku antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola menjadi salah satu hal yang paling berkesan baginya. Ia menilai kecintaan tersebut terlihat dari cara suporter memberikan dukungan kepada tim nasional maupun klub-klub besar Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam wawancara dengan jurnalis Italia, Gianluca Di Marzio, Emil menceritakan pengalamannya melihat para pendukung Indonesia menyanyikan lagu-lagu untuk klub seperti Juventus, AC Milan, dan Inter Milan menggunakan bahasa Italia.

Baca Juga

"Sangat mirip dengan di Italia. Jika Indonesia bermain sepak bola seperti gaya mereka, mereka akan menjadi seperti Brasil," kata Emil.

Ia kemudian menceritakan pengalaman yang menurutnya menunjukkan besarnya pengetahuan suporter Indonesia tentang sepak bola Eropa.

Baca Juga

"Saat tim-tim seperti Juventus, Milan, dan Inter tiba di hotel, mereka mendapati kelompok suporter fanatik (ultras) Indonesia menyanyikan yel-yel tim dalam bahasa Italia. Anda pasti berpikir, 'Bagaimana mungkin? Bagaimana mereka bisa tahu lagu-lagu itu?'" lanjutnya.

Pengalaman tersebut membuat Emil melihat bahwa gairah sepak bola di Indonesia tidak kalah menarik dibandingkan negara yang telah lama memiliki tradisi sepak bola kuat seperti Italia.

Antusiasme suporter Indonesia juga dirasakan Emil setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, dukungan masyarakat semakin besar setelah skuad Garuda berhasil mengangkat trofi usai mengalahkan Thailand di partai final.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa rombongan tim nasional pernah harus berpindah hotel karena banyak suporter datang untuk meminta foto dan tanda tangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Besarnya perhatian penggemar Indonesia juga berdampak pada klub yang diperkuat Emil. Ia menyebut Sassuolo dikenal oleh banyak penggemar Indonesia karena keberadaan Jay Idzes. Hal serupa juga terjadi ketika ia memperkuat Cremonese dan kini bersama Rayo Vallecano.

"Mereka mengenal Sassuolo dengan baik karena Jay Idzes. Tahun lalu hal itu terjadi pada Cremonese saat saya di sana, dan kini terjadi pada Rayo Vallecano," kata Emil.

Halaman Selanjutnya

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hubungan sepak bola Indonesia dengan kompetisi Eropa tidak hanya terjalin melalui pertandingan. Kehadiran pemain yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia juga membuat klub-klub Eropa mendapat perhatian dari publik Tanah Air.