1.000 Orang Ramai-ramai Kubur Celana Dalam, Ternyata demi Sains
Jakarta -
Hampir 1.000 orang ramai-ramai mengubur celana dalam di tanah. Bukan karena ritual aneh atau aksi iseng, mereka melakukannya demi kepentingan sains.
Eksperimen unik ini dilakukan di Swiss dengan melibatkan citizen scientist dari 25 negara. Para peserta mengubur lebih dari 2.000 celana dalam berbahan katun dan sekitar 12.000 kantong teh di sekitar 1.000 lokasi.
Tujuannya adalah mengetahui seberapa aktif kehidupan mikroorganisme di dalam tanah. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Plants, People, Planet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara kerjanya terbilang sederhana. Peserta mengubur celana dalam katun ke tanah, kemudian menggalinya kembali setelah satu dan dua bulan.
Celana dalam yang sudah diangkat kemudian dikeringkan, difoto, dan dianalisis peneliti untuk mengetahui berapa banyak kain yang telah terurai.
Kenapa Harus Celana Dalam?
Dilansir dari The Times of India, Katun sebagian besar tersusun dari selulosa yang dapat diuraikan oleh organisme tanah. Karena itu, semakin cepat kain katun hancur, semakin tinggi aktivitas biologis yang berlangsung di dalam tanah.
Setelah satu bulan, rata-rata sekitar 10% kain telah terurai. Angkanya melonjak menjadi sekitar 50% setelah dua bulan, meski hasilnya berbeda-beda tergantung lokasi.
Metode ini bahkan melahirkan apa yang disebut peneliti sebagai Underpants Index, yakni indikator sederhana untuk menggambarkan aktivitas biologis tanah berdasarkan seberapa banyak celana dalam yang terurai.
Hasilnya cukup mengejutkan. Tanah di kebun pribadi mencatat tingkat penguraian tertinggi, rata-rata sekitar 58% setelah dua bulan.
Lahan pertanian berada di kisaran 51%, disusul padang rumput permanen sekitar 47%. Sementara halaman rumput atau lawn berada di posisi terbawah dengan sekitar 40%.
Peneliti menemukan kebun pribadi juga memiliki kandungan karbon organik dan nutrisi yang relatif tinggi sehingga aktivitas biologisnya lebih besar.
Namun mereka mengingatkan celana dalam yang cepat hancur tidak otomatis berarti tanah tersebut sehat dalam segala aspek. Tes ini terutama menggambarkan aktivitas biologis dan kesuburan tanah, bukan penilaian lengkap terhadap kesehatan ekosistem.
Metode mengubur celana dalam sendiri bukan sekadar eksperimen nyeleneh. Teknik serupa telah digunakan dalam kampanye edukasi kesehatan tanah di berbagai negara.
USDA Natural Resources Conservation Service, misalnya, juga memiliki tantangan Soil Your Undies. Prinsipnya sama: kubur celana dalam katun, tunggu setidaknya 60 hari, lalu lihat seberapa banyak kain yang berhasil "dimakan" mikroorganisme tanah.
Jadi, semakin hancur celana dalam ketika digali kembali, semakin ramai pula kehidupan mikroba yang bekerja di bawah kaki kita.
(afr/afr)
TAGS
LIHAT LAINNYA