10 Cara move on setelah putus cinta yang sehat dan efektif
Jakarta (ANTARA) - Putus cinta sering kali menjadi pengalaman emosional yang tidak mudah dilalui. Rasa sedih, kecewa, marah, hingga kehilangan merupakan reaksi yang normal ketika hubungan yang telah dijalani harus berakhir. Bahkan, bagi sebagian orang, putus cinta dapat memengaruhi kualitas tidur, nafsu makan, konsentrasi, hingga semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski terasa berat, kondisi tersebut bukan berarti akan berlangsung selamanya. Para ahli psikologi menjelaskan bahwa move on bukan berarti melupakan seseorang dalam waktu singkat, melainkan proses menerima kenyataan, mengelola emosi, dan perlahan melanjutkan hidup dengan lebih baik.
Setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda. Namun, ada beberapa langkah sehat yang dapat membantu proses move on menjadi lebih efektif tanpa mengabaikan kesehatan mental.
1. Izinkan diri merasakan kesedihan
Langkah pertama untuk move on adalah menerima bahwa Anda memang sedang terluka. Jangan memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja jika sebenarnya masih merasa sedih.
Menangis, kecewa, atau merasa kehilangan merupakan bagian dari proses berduka (grieving). Semakin Anda menerima emosi tersebut, semakin mudah otak memproses pengalaman itu secara sehat.
Baca juga: 6 hal yang perlu didengar usai putus cinta
Baca juga: Mengapa patah hati begitu menyakitkan? Ini jawaban sains
2. Kurangi komunikasi dengan mantan
Setelah hubungan berakhir, memberi jarak untuk sementara dapat membantu proses penyembuhan emosional.
Menghubungi mantan terlalu sering, terus mengecek media sosialnya, atau berharap mendapat kabar darinya justru dapat membuat luka lama terus terbuka. Memberikan ruang bagi diri sendiri membantu otak beradaptasi dengan kehidupan yang baru.
3. Singkirkan pemicu kenangan
Foto, hadiah, percakapan, atau lagu yang mengingatkan pada mantan dapat memicu rasa sedih kembali.
Anda tidak harus langsung membuang semua kenangan tersebut. Jika belum siap, simpan sementara di tempat yang tidak mudah terlihat agar tidak terus mengingat hubungan yang telah berakhir.
4. Isi waktu dengan aktivitas positif
Salah satu cara paling efektif untuk move on adalah tetap aktif menjalani kegiatan yang bermanfaat.
Cobalah berolahraga, membaca buku, memasak, berkebun, traveling, belajar keterampilan baru, atau kembali menjalankan hobi yang sempat ditinggalkan. Aktivitas positif dapat membantu mengurangi pikiran negatif sekaligus meningkatkan suasana hati.
5. Curhat kepada orang yang dipercaya
Tidak semua beban harus dipikul sendirian. Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau sahabat dapat membuat perasaan menjadi lebih lega.
Selain mendapatkan dukungan emosional, Anda juga bisa memperoleh sudut pandang baru yang mungkin belum pernah dipikirkan sebelumnya.
6. Fokus merawat diri
Masa setelah putus cinta menjadi waktu yang tepat untuk kembali memperhatikan kesehatan diri sendiri.
Pastikan kebutuhan tidur terpenuhi sekitar 7–9 jam setiap malam, konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membuat Anda merasa lebih tenang. Tubuh yang sehat dapat membantu menjaga kondisi mental tetap stabil.
Baca juga: Putus cinta, ini kiat menyikapi rasa sedih karena patah hati
7. Hindari menyalahkan diri sendiri secara berlebihan
Tidak semua hubungan berakhir karena kesalahan satu orang. Terus-menerus menyalahkan diri sendiri hanya akan memperpanjang proses pemulihan.
Cobalah melihat hubungan tersebut sebagai pengalaman yang memberikan pelajaran berharga. Evaluasi kesalahan yang ada tanpa terus menghukum diri sendiri.
8. Tetapkan tujuan baru
Move on akan terasa lebih mudah ketika Anda memiliki fokus baru dalam hidup.
Buat target yang ingin dicapai, seperti meningkatkan karier, mengikuti kursus, belajar bahasa asing, menabung untuk liburan, atau mulai menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Memiliki tujuan baru membantu mengalihkan perhatian dari masa lalu menuju masa depan.
9. Batasi penggunaan media sosial
Media sosial sering kali membuat seseorang terus membandingkan kehidupannya dengan orang lain, termasuk kehidupan mantan.
Jika perlu, kurangi waktu bermain media sosial atau hentikan sementara kebiasaan melihat unggahan mantan. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi pemicu munculnya rasa sedih.
10. Jangan ragu mencari bantuan profesional
Apabila kesedihan berlangsung dalam waktu lama hingga mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, pola tidur, atau aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Bantuan profesional dapat membantu mengidentifikasi penyebab kesulitan move on serta memberikan strategi yang sesuai untuk mengelola emosi secara sehat.
Pada akhirnya, move on bukan tentang seberapa cepat Anda melupakan seseorang, melainkan bagaimana Anda mampu menerima apa yang telah terjadi dan kembali menjalani hidup dengan lebih baik. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk pulih tanpa terburu-buru. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari proses menuju kondisi emosional yang lebih sehat dan kehidupan yang lebih bahagia.
Baca juga: 10 Kesalahan yang sebaiknya Anda hindari setelah putus cinta
Baca juga: Tanda-tanda Anda belum benar-benar move on dari mantan
Baca juga: Tips move on setelah putus cinta dari pasangan agar hati kembali pulih
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.