Pemprov Kalteng jalankan intervensi pasar agar efektif kendalikan inflasi
Pemprov Kalteng jalankan intervensi pasar agar efektif kendalikan inflasi
Selasa, 4 Agustus 2026 16:33 WIB
Ilustrasi - Pedagang membersihkan bawang merah yang dijual di Pasar Besar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (3/8/2025). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.
Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjalankan sejumlah langkah sebagai upaya pengendalian inflasi, termasuk memastikan intervensi pasar, agar berjalan secara efektif dalam mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok.
"Pemerintah provinsi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi lintas sektor, memetakan komoditas penyumbang inflasi utama serta memastikan intervensi pasar berjalan lebih efektif," kata Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko di Palangka Raya, Selasa.
Yuas menegaskan Pemprov Kalteng di antaranya terus mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat.
"GPM ataupun kegiatan pasar murah terus dimasifkan di seluruh kabupaten/kota, khususnya pada wilayah yang mengalami lonjakan harga komoditas strategis, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat," jelasnya seusai rapat koordinasi pengendalian inflasi 2026 yang dirangkai sosialisasi perubahan regulasi bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dan Program 3 Juta Rumah.
Baca juga: Pemprov Kalteng resmi menyelenggarakan pemusatan diklat calon Paskibraka 2026
Pemprov telah melaksanakan beberapa kali GPM ataupun pasar murah dalam beberapa waktu terakhir dengan menyediakan berbagai komoditas pangan strategis yang selalu mendapat respons positif masyarakat.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,32 persen pada Juli 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,87. Inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) mencapai 2,63 persen. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Komoditas yang dominan memberi andil inflasi y-on-y pada Juli 2026 di antaranya beras, emas perhiasan, bensin, ikan nila, minyak goreng, ikan gabus, daging ayam ras, ikan patin, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, sigaret kretek mesin, pelumas/oli mesin, ikan bakar, solar, sigaret kretek tangan, kue basah, ikan kapar, ikan papuyu, kue kering berminyak dan gula pasir.
Lebih lanjut Yuas memaparkan terkait program perumahan, pemerintah daerah segera menyesuaikan regulasi menyusul perubahan nomenklatur program dari BSPS menjadi Program Bedah Rumah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.