Jakarta -

Tumpeng bukan sekadar nasi berbentuk kerucut. Ada filosofi dan makna di balik tumpeng yang jadi tradisi perayaan hari Kemerdekaan Indonesia.

Tumpengan menjadi salah satu tradisi yang hadir dalam perayaan 17 Agustus di berbagai tempat, termasuk di Istana Negara. Di balik nasi berbentuk kerucut ini, tersimpan filosofi dan doa.

Tradisi ini bukan sekadar seremoni makan bersama. Di balik itu, tumpeng telah enjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan untuk Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari bentuk, cara penyajian, hingga prosesi pemotongannya menyimpan makna dan filosofi yang erat dengan tradisi Jawa. Berikut faktanya!

1. Filosofi Nasi Tumpeng

Resep Nasi Kuning untuk TumpengNasi tumpeng penuh filosofi. Foto: Getty Images

Bagi masyarakat Jawa, tumpeng bukan sekadar nasi berbentuk kerucut. Bentuknya melambangkan gunungan sebagai simbol awal dan akhir kehidupan.

Tumpeng juga menjadi simbol hubungan manusia dengan alam dan Tuhan. Maknanya menggambarkan perjalanan dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan.

Menurut Ria Musiawan, selaku Ketua Umum Indonesia Gastronomy Community (IGC), nama tumpeng disebut berasal dari akronim 'Yen metu kudu mempeng'.

Artinya, ketika menjalani hidup, manusia harus bersungguh-sungguh, termasuk dalam menjaga hubungan dengan Tuhan.

2. Makna Puncak Tumpeng

Puncak tumpeng yang berbentuk kerucut dipercaya melambangkan puncak gunung, tempat bersemayamnya dewa dan arwah leluhur.

Bentuknya yang lancip ke atas dan melebar ke bawah juga menjadi simbol hubungan manusia dengan Tuhan. Tumpeng kerap hadir sebagai ungkapan syukur dalam berbagai perayaan penting.

Saat dihadirkan di Istana Negara, tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Pemotongannya oleh presiden dimaknai sebagai hubungan Tuhan, pemerintah, dan rakyat.

3. Tumpeng Jadi Momen Kumpul Para Pemimpin Indonesia

Nasi tumpengTumpeng Jadi Momen Kumpul Para Pemimpin Indonesia. Foto: Getty Images/Kadek Bonit Permadi

Pemotongan tumpeng di Istana Negara tak hanya dihadiri presiden dan wakil presiden yang menjabat. Para mantan presiden dan wakil presiden juga turut hadir dalam momen ini.

Sejak 17 Agustus 2018, Presiden Joko Widodo disebut selalu ditemani saat memotong tumpeng. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain B.J. Habibie, Sinta Nuriyah Wahid, dan Try Sutrisno.

Momen tumpengan juga kerap mengundang para veteran untuk makan bersama. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia.

4. Tradisi Potong Tumpeng di Istana

Tradisi potong tumpeng di Istana Negara biasanya berlangsung siang hari. Tumpeng telah disiapkan sejak pagi di ruangan khusus untuk prosesi tersebut.

Sebelum tumpeng dipotong, upacara detik-detik Proklamasi digelar pada pagi hari. Usai upacara, Presiden RI dan tamu undangan menuju ruangan tempat tumpeng disiapkan.

Di sana, mereka berkumpul dan berdoa bersama. Setelah presiden menyampaikan sambutan serta harapan untuk Indonesia, tumpeng kemudian dipotong.

5. Cara Memotong Tumpeng

8 Resep Lauk Nasi Kuning Untuk Tumpeng 17 AgustusIlustrasi nasi tumpeng. Foto: iStock

Selama ini, banyak orang mengira tumpeng dibagikan dengan memotong bagian pucuknya. Ternyata, cara tersebut dianggap keliru dalam tradisi Jawa.

Tumpeng sebenarnya tidak boleh dipotong. Cara membagikannya dengan menggali dari bagian bawah hingga tumpeng roboh.

Puncak tumpeng melambangkan tempat bersemayam Sang Pencipta. Karena itu, memotong pucuk tumpeng dianggap seperti memutus hubungan manusia dengan Tuhan.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "USA Fair 2024 Hadir! Beri Pengalaman Icip Daging Sapi Terbaik Nebraska"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)