Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan kereta api oleh pelanggan bisnis untuk mendukung distribusi berbagai komoditas dengan karakteristik angkutan yang membutuhkan kapasitas besar, perjalanan terjadwal, serta efisiensi dalam pengiriman jarak menengah hingga jauh.

Melalui layanan angkutan retail B2B, KAI membantu menghubungkan kebutuhan distribusi antar perusahaan dalam rantai pasok yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: PT KAI Properti Mulai Diadili dalam Skandal Korupsi DJKA Kemenhub

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, pengembangan angkutan retail menjadi bagian dari langkah KAI dalam memperluas kontribusi kereta api terhadap sistem logistik nasional.

“KAI terus mengembangkan layanan angkutan barang dengan memastikan aspek keandalan, kapasitas, dan efisiensi distribusi. Kereta api memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran rantai pasok dari pusat produksi menuju berbagai wilayah,” kata Anne dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan Laporan Logistik Indonesia 2024 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, biaya logistik menjadi salah satu faktor penting dalam daya saing ekonomi nasional.

Pemerintah terus mendorong peningkatan efisiensi logistik melalui penguatan konektivitas multimoda, termasuk optimalisasi peran transportasi berbasis rel.

Kereta api memiliki keunggulan dalam efisiensi pengangkutan karena mampu membawa barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan dengan penggunaan energi yang lebih rendah dibandingkan moda angkutan jalan raya untuk kapasitas angkut yang setara.

Kondisi tersebut memberikan peluang penghematan biaya distribusi bagi pelanggan usaha sepanjang rantai pasok.

Dalam sistem perdagangan, biaya transportasi menjadi salah satu komponen yang membentuk biaya logistik suatu produk. Distribusi yang lebih efisien membantu pelaku usaha menjaga struktur biaya, meningkatkan kepastian pasokan, serta mendukung daya saing produk di pasar.

Peran efisiensi logistik juga menjadi perhatian global. World Bank melalui Logistics Performance Index (LPI) 2023 menyampaikan bahwa kualitas infrastruktur transportasi dan efisiensi layanan logistik menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing perdagangan suatu negara.

Baca Juga: PT KAI Klaim Kereta Tekan Emisi hingga 90 Persen, Siap Masuk B50

Indonesia berada pada peringkat 61 dari 139 negara dalam indeks tersebut, dengan peningkatan kualitas konektivitas menjadi salah satu area pengembangan utama.

Melalui pengembangan angkutan retail, KAI terus memperluas layanan logistik berbasis rel yang mendukung kebutuhan industri, perdagangan, hingga distribusi berbagai komoditas.

Pertumbuhan volume angkutan retail menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap kereta api sebagai moda transportasi barang yang aman, terjadwal, dan efisien.

“KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang dengan menghadirkan solusi logistik yang semakin terintegrasi. Optimalisasi transportasi berbasis rel diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung ekosistem logistik nasional yang lebih kompetitif,” tutur Anne.