Dosen UMPR ajak pelajar jadikan cinta Rasulullah sebagai motivasi berprestasi
Dosen UMPR ajak pelajar jadikan cinta Rasulullah sebagai motivasi berprestasi
Selasa, 8 September 2026 16:33 WIB
Dosen UMPR ajak pelajar jadikan cinta Rasulullah sebagai motivasi berprestasi. (ANTARA/UMPR.)
Palangka Raya (ANTARA) - Dosen Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) Dr Hunainah Lc MA mengajak pelajar menjadikan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai motivasi dari dalam diri untuk terus memperbaiki diri, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi.
Pesan tersebut disampaikan Hunainah yang juga Dekan Fakultas Agama Islam UMPR dalam tausiyah pada puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa.
"Kita belum pernah bertemu Rasulullah SAW, tetapi beliau sudah mencintai dan merindukan orang-orang yang beriman kepada beliau. Kesadaran bahwa kita dicintai Rasulullah seharusnya menjadi energi dari dalam diri untuk terus menjadi lebih baik," katanya dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Berkah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurut dia, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak seharusnya berhenti sebagai perasaan atau sekadar diwujudkan melalui kegiatan peringatan Maulid Nabi, tetapi perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat belajar, memperbaiki akhlak, dan mengembangkan kemampuan diri.
Ia mengajak para pelajar merenungkan hadis mengenai kerinduan Rasulullah SAW kepada "ikhwan" atau saudara-saudara beliau yang belum pernah berjumpa langsung dengan Rasulullah, tetapi tetap beriman kepada beliau.
Dr. Hunainah mengatakan kesadaran bahwa Rasulullah SAW mencintai umatnya dapat menjadi motivasi yang lebih kuat dibandingkan dorongan untuk memperoleh pengakuan, penghargaan, maupun keinginan mengungguli orang lain.
Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak menjadikan keterbatasan keadaan sebagai alasan untuk berhenti berkembang dan tidak terlalu sibuk membandingkan kemampuan diri dengan orang lain.
Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan, kemampuan, dan tantangan yang berbeda sehingga ukuran keberhasilan tidak selalu harus dibandingkan dengan pencapaian orang lain.
"Tidak perlu terlalu tertekan dengan keterbatasan keadaan. Jangan sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Tantangan terbesar kita adalah mengalahkan diri sendiri, memperbaiki diri, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin," katanya.
Ia menambahkan prestasi bagi generasi muda tidak hanya diukur dari nilai akademik atau kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga tercermin melalui akhlak, keteguhan iman, semangat belajar, serta kemampuan menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dirangkaikan dengan pengumuman pemenang Festival Lomba Seni Islami (Felsi) serta pengukuhan pengurus Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 1 Palangka Raya.
Kegiatan dihadiri peserta didik, dewan guru, para pemenang lomba beserta orang tua, dan tamu undangan. Felsi menghadirkan sejumlah cabang perlombaan Islami, di antaranya tilawah, tartil, tausiyah, puisi Islami, adzan, dan kaligrafi.
Kehadiran akademisi UMPR dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan nilai keislaman, karakter, dan motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta memberikan prestasi terbaik.
Baca juga: KPID Kalteng dan Bali beri literasi media digital ke mahasiswa UMPR
Baca juga: Mahasiswa Prodi Hukum UMPR turut jadi relawan pemadam karhutla
Baca juga: Mahasiswa FH UMPR juara lomba pidato edukasi pencegahan karhutla
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.