ANTARA Kalbar, PLN Nusantara Power - Fojekha bagikan masker sasar UMKM Pontianak - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Perum LKBN ANTARA Biro Kalbar bersama Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (Fojekha) yang didukung PLN Nusantara Power dan mahasiswa (KMKS dan HKMS) membagikan masker kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pusat Kuliner Untan, Pontianak.
"Pembagian masker sebagai bentuk kepedulian terhadap UMKM yang tetap harus beraktivitas dan berjualan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kota Pontianak," ujar Kepala Biro LKBN ANTARA Kalbar, Andilala saat ikut langsung pembagian masker di Kawasan Kuliner Untan Pontianak, Kamis.
Ia menambahkan pembagian masker juga diberikan kepada pembeli dan pengendara yang berada di sekitar kawasan Pusat Kuliner UMKM Untan Pontianak tersebut.
"Ini rangkaian dari aksi sehari sebelumnya bersama PLN Nusantara Power yang memberikan paket pemadam kebakaran, masker dan air mineral. Momen ini untuk kita kolaborasi untuk peduli dan berbagi," ucap dia.
Sementara itu, Ketua Fojekha Dedi A. Khansa mengatakan kondisi kabut asap yang masih terjadi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan.
"Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah. Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Menggunakan masker penting," ujarnya.
Ia mengatakan pembagian masker tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat agar lebih disiplin menjaga kesehatan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan. Udara bersih adalah hak kita bersama. Untuk itu, cegah karhutla, jaga kesehatan, wujudkan Kalbar lebih sehat," katanya.
Sementara itu, Manajer PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kapuas Edi Hariyanto mengatakan dukungan pihaknya merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan bersama karyawan untuk ikut berkontribusi dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
"PLN melalui upaya kepedulian sosial dari seluruh karyawan dan seluruh potensi yang ada mengupayakan usaha untuk penanganan karhutla. Kami terjun langsung bersama teman-teman media dari ANTARA dan teman-teman dari LAZIS untuk melihat kondisi serta penanganannya di lapangan," katanya.
Kualitas udara di Kota Pontianak pada Rabu, 10 September 2026, terpantau berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data IQAir yang terlihat pada pukul 14.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI US mencapai 351, sehingga masuk kategori berbahaya (hazardous).
Dari data yang ada, polutan utama tercatat PM10 dengan konsentrasi 470,4 µg/m³. Angka ini menunjukkan tingginya konsentrasi partikel berukuran hingga 10 mikrometer di udara yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Menurut IQAir, AQI di atas 300 masuk kategori berbahaya. Pada kondisi ini, masyarakat secara umum berisiko mengalami dampak kesehatan serius, sementara kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan jantung dan paru-paru memiliki risiko lebih tinggi. IQAir merekomendasikan masyarakat menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara tercemar, serta menggunakan masker ketika harus berada di luar ruangan.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.