Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bersama petugas pusat perbelanjaan serta pengelola gerai melakukan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran di kompleks Aeon Mal Deltamas di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pelaku usaha dalam menghadapi potensi kebakaran sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pusat perbelanjaan," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya di Cikarang, Senin.

Dalam kegiatan itu, puluhan petugas gabungan memadamkan api yang menyala pada media drum berisi bahan mudah terbakar, saat sesi edukasi serta pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi ratusan pengelola gerai pusat perbelanjaan tersebut.

Dia mengatakan pelatihan ini terbagi atas dua sesi yakni materi serta praktik, sebagai tindak lanjut permohonan dari manajemen pusat perbelanjaan agar para pengelola gerai memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran.

Ia menjelaskan para peserta saat sesi teori mendapatkan pemahaman mengenai penyebab terjadi kebakaran, klasifikasi api serta metode pemadaman yang tepat sesuai karakteristik sumber api.

Setelah itu, peserta mengikuti praktik penggunaan alat pemadam api ringan (apar) dan teknik pemadaman sederhana.

"Dalam praktiknya kami mengajarkan bagaimana melakukan pemadaman secara tradisional menggunakan karung basah maupun apar. Tujuannya agar ketika muncul api, mereka mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan sebelum api membesar," katanya.

Disdamkar dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi juga memberikan materi penyelamatan atau evakuasi bagi para pengunjung maupun pekerja yang terjebak dalam situasi kebakaran.

Peserta turut diperkenalkan teknik penyelamatan, termasuk simulasi evakuasi.

"Kami juga memberikan praktik penyelamatan apabila ada pengunjung atau pekerja yang terjebak kebakaran, termasuk pengenalan teknik rappelling sebagai bagian dari prosedur evakuasi," katanya.

Adeng mengaku kegiatan pelatihan ini mendapatkan respons positif dari seluruh peserta. Antusiasme para pengelola gerai juga dinilai tinggi, baik saat mengikuti materi maupun praktik lapangan.

"Antusiasme peserta luar biasa. Mereka sangat patuh mengikuti edukasi dan praktik. Kami mengapresiasi kesiapan manajemen mal dalam memberikan perhatian terhadap keselamatan tenant maupun kelengkapan sarana proteksi kebakaran," ucapnya.

Pihaknya berharap, langkah manajemen mal ini menjadi contoh bagi pusat perbelanjaan maupun perusahaan lain di wilayahnya terlebih kesiapan sarana proteksi kebakaran seperti apar, hidran, dan sistem pendukung lain perlu diimbangi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi berkala.

"Kami berharap perusahaan lain dapat meniru upaya ini. Peralatan proteksi kebakaran memang harus diperiksa secara rutin setiap tahun, tetapi yang tidak kalah penting adalah memberikan edukasi kepada para pekerja agar memahami cara mencegah dan menangani kebakaran sejak dini. Ketika terjadi api, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.