Guru di Tanjungpinang rasakan manfaat program papan interaktif digital

Senin, 27 Juli 2026 16:43 WIB

Image Print

Guru IPA SMP Negeri 16 Tanjungpinang, Kepri, Yolanda Farmin membimbing siswa belajar menggunakan papan interaktif digital, Jumat (24/7/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Guru SMP Negeri 16 di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), merasakan manfaat bantuan Papan Interaktif Digital (PID) dari pemerintah pusat dalam menyajikan materi pembelajaran secara lebih menarik terhadap siswa.

"Pemanfaatan PID membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik," kata Guru IPA SMP Negeri 16 Yolanda Farmin di Tanjungpinang, Senin.

Yolanda mengaku merasakan perubahan positif terhadap motivasi dan keaktifan peserta didik sejak memanfaatkan PID dalam pembelajaran.

Menurut dia, motivasi belajar anak-anak di sekolah itu meningkat dibandingkan ketika mengajar secara konvensional di dalam ruang kelas.

"Keaktifan anak mulai bertumbuh. Anak-anak yang biasanya tidak berani maju ke depan sekarang lebih ingin mencoba, karena tertarik dengan konten-konten pembelajaran yang beragam," ujarnya.

Yolanda menyampaikan keberadaan PID tersebut sangat memudahkannya dalam mempersiapkan pembelajaran di ruang kelas.

Berbagai bahan ajar yang tersedia di fitur Ruang GTK dan Ruang Murid pada PID dapat langsung dimanfaatkan sebagai referensi sesuai dengan materi yang diajarkan.

"Sebagai guru, manfaat bagi saya pribadi adalah saya sudah punya media ajar yang siap pakai, sehingga sangat mempermudah guna menyiapkan pembelajaran,” jelasnya.

Selain itu, kata Yolanda, pemanfaatan PID juga tidak berhenti di ruang kelas, karena ia turut membagikan tautan atau link materi kepada peserta didik, sehingga mereka dapat kembali mengakses materi pembelajaran secara mandiri dari rumah.

Yolanda berharap agar konten pembelajaran di rumah pendidikan terus dikembangkan supaya mencakup lebih banyak mata pelajaran.

"Ada pesan dari beberapa guru, karena sejauh ini belum semua mata pelajaran ter-input di dalam sistem. Semoga kedepannya bisa semakin lengkap, sehingga manfaat dari platform ini lebih dapat dirasakan manfaatnya oleh semua guru," ucap Yolanda.

Sementara itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengapresiasi berbagai bantuan bidang pendidikan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), salah satunya papan interaktif digital.

Ia menyampaikan sepanjang tahun 2025 Kepri memperoleh bantuan 1.933 PID bagi satuan pendidikan, mulai dari SD, SMP sampai SMA/SMK.

Menurutnya, Kepri masih membutuhkan sekitar 5.799 PID guna memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.

"Harapan kita tiap-tiap kelas punya satu PID untuk menunjang proses belajar dan mengajar siswa dengan sistem digitalisasi," ucap Ansar.

Ansar menambahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen RI untuk merealisasikan kebutuhan PID, termasuk anggaran revitalisasi sekolah tingkat SMA/SMK di tahun 2026.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.