Jabal Rahmah atau bukit kasih sayang merupakan tempat bertemunya Nabi Adam dengan Siti Hawa ketika diturunkan secara terpisah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Segala sesuatu dalam kehidupan ini terjadi berdasarkan takdir dan ketetapan Allah SWT.

Namun, tidak seorang pun berhak mencela orang lain atas dosa yang pernah dilakukannya, sebab seluruh manusia sama-sama merupakan hamba Allah.

Celaan yang berkaitan dengan dosa hanya dapat dipahami dalam konteks bahwa Allah SWT telah melarang suatu perbuatan, tetapi seseorang tetap melakukannya.

Untuk menjawab pertanyaan, “Apakah Nabi Adam AS berhujah dengan takdir untuk membenarkan dosa yang dilakukannya?”, kita perlu memahami bahwa Nabi Adam AS tidak menggunakan takdir sebagai pembenaran atas dosa, melainkan sebagai hujah atas musibah yang menimpanya.

Inilah keyakinan Ahlusunah wal Jamaah: takdir dapat dijadikan sandaran dalam menghadapi musibah, tetapi tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan dosa dan keburukan.

Dalam hal ini, terdapat hadis tentang perdebatan antara Nabi Adam AS dan Nabi Musa AS. Hadis tersebut termasuk dalil yang paling sering dijadikan pegangan oleh orang-orang yang menggunakan takdir untuk membenarkan kelalaian dan kemaksiatan mereka.

Hadis ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

احْتَجَّ آدَمُ وَمُوسَى، فَقَالَ لَهُ مُوسَى: يَا آدَمُ، أَنْتَ أَبُونَا، خَيَّبْتَنَا وَأَخْرَجْتَنَا مِنَ الْجَنَّةِ. فَقَالَ لَهُ آدَمُ: يَا مُوسَى، اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِكَلَامِهِ، وَخَطَّ لَكَ بِيَدِهِ، أَتَلُومُنِي عَلَى أَمْرٍ قَدَّرَهُ اللَّهُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِي بِأَرْبَعِينَ سَنَةً؟ فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى ثَلَاثًا

“Adam dan Musa berdebat. Musa berkata kepada Adam, ‘Wahai Adam, engkau adalah bapak kami. Engkau telah mengecewakan kami dan mengeluarkan kami dari surga.’ Adam menjawab, ‘Wahai Musa, Allah telah memilihmu dengan kalam-Nya dan menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah engkau mencelaku atas suatu perkara yang telah Allah tetapkan bagiku empat puluh tahun sebelum Dia menciptakanku?’ Maka Adam mengalahkan Musa dalam perdebatan itu.” (Hadis ini disebutkan dalam riwayat dengan pengulangan sebanyak tiga kali.)