Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jakarta, VIVA – Bagi gamer Indonesia, terutama anak-anak dan remaja yang aktif bermain Roblox, aturan baru pemerintah soal perlindungan anak di ruang digital menjadi perhatian penting. Pasalnya, Roblox tidak hanya berfungsi sebagai gim, tetapi juga menjadi platform tempat pemain berinteraksi, membuat pengalaman virtual, hingga berkomunikasi dengan pengguna lain.

Baca Juga

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelumnya menyatakan Roblox telah berkomitmen memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, apakah itu berarti Roblox sudah sepenuhnya aman dan selesai memenuhi seluruh aturan perlindungan anak di Indonesia?

Baca Juga

Jawabannya, Roblox memang telah menunjukkan kepatuhan dan menerapkan berbagai fitur perlindungan, tetapi pemerintah masih meminta penguatan pada sejumlah aspek.

Roblox Sudah Punya Sejumlah Fitur Perlindungan Anak

Baca Juga

Dalam pertemuan dengan CEO Roblox David Baszucki di Silicon Valley pada 22 September 2026, dikutip VIVA Kamis, (08/10/2026), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid kembali menegaskan kewajiban Roblox untuk menjalankan aturan perlindungan anak di Indonesia.

Pemerintah mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan Roblox. Salah satunya adalah penggunaan teknologi facial age estimation untuk membantu memperkirakan usia pengguna.

Roblox juga telah menerapkan pembatasan terhadap fitur komunikasi bagi pengguna anak. Selain itu, platform tersebut memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman yang lebih sesuai dengan kelompok pengguna.

Langkah tersebut menjadi penting karena Roblox memiliki karakteristik berbeda dibandingkan media sosial biasa. Pemain tidak hanya memainkan gim, tetapi juga dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pengguna lain di dalam berbagai pengalaman yang tersedia di platform.

Pernah Dinyatakan Patuh Penuh PP TUNAS

Pada April 2026, pemerintah bahkan menyatakan Roblox sebagai salah satu platform yang telah memenuhi PP TUNAS. Saat itu, Roblox disebut berkomitmen menerapkan pengaturan khusus untuk akses anak di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa kebijakan yang disiapkan mencakup penutupan fitur komunikasi dengan pengguna yang tidak dikenal serta penggunaan teknologi verifikasi usia.

Roblox juga menerapkan sistem age gate dan klasifikasi fitur berdasarkan kelompok usia. Dalam evaluasi enam bulan penerapan PP TUNAS, pemerintah menyebut sekitar 23 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun di Roblox telah dialihkan ke pengaturan perlindungan yang lebih ketat.

Halaman Selanjutnya

Artinya, gamer muda yang menggunakan Roblox di Indonesia tidak lagi mendapatkan akses dan pengalaman yang sepenuhnya sama dengan pengguna dewasa.