Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jakarta, VIVA – Biaya operasional menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang ingin beralih dari mobil bermesin bensin ke kendaraan listrik. Selain harga pembelian, pemilik kendaraan tentu perlu menghitung pengeluaran untuk energi selama mobil digunakan sehari-hari.

Baca Juga

Mobil listrik tidak membutuhkan bensin atau solar. Energinya berasal dari baterai yang diisi menggunakan listrik, baik melalui fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) maupun di rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, apakah biaya energi mobil listrik benar-benar lebih murah dibandingkan mobil bensin?

Baca Juga

Dilansir VIVA dari Auto2000, Kamis (8/10/2026), untuk melihat perbedaannya, biaya pengisian mobil listrik dapat dihitung berdasarkan konsumsi listrik per kWh. Mengacu pada informasi Auto2000, tarif energi di SPKLU berada di kisaran Rp2.466 per kWh, belum termasuk biaya layanan tertentu untuk pengisian cepat.

Sebagai simulasi, sebuah mobil listrik diasumsikan memiliki konsumsi listrik sekitar 15 kWh per 100 kilometer. Dengan tarif Rp2.466 per kWh, biaya listrik untuk menempuh jarak 100 kilometer sekitar:

Baca Juga

15 kWh x Rp2.466 = Rp36.990.

Artinya, untuk perjalanan sejauh 100 kilometer, kebutuhan energi mobil listrik secara teoritis berada di kisaran Rp37 ribujika pengisian dilakukan menggunakan tarif tersebut.

Bagaimana dengan mobil bensin?

Sebagai pembanding, sebuah mobil bermesin bensin dengan konsumsi bahan bakar sekitar 12 kilometer per litermembutuhkan kurang lebih 8,3 liter bensin untuk menempuh jarak 100 kilometer.

Jika menggunakan bensin dengan harga Rp10.000 per liter, biaya bahan bakarnya menjadi sekitar:

8,3 liter x Rp10.000 = Rp83.000.

Dari simulasi sederhana tersebut, biaya energi mobil listrik sekitar Rp37 ribu untuk 100 kilometer, sedangkan mobil bensin mencapai sekitar Rp83 ribu.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp46 ribu untuk setiap 100 kilometer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika kendaraan digunakan untuk menempuh jarak 1.000 kilometer, secara teoritis biaya energinya menjadi sekitar Rp369.900 untuk mobil listrik dan Rp830 ribu untuk mobil bensin dengan asumsi konsumsi dan harga bahan bakar yang sama.

Namun, perhitungan tersebut masih berupa simulasi. Konsumsi listrik mobil listrik bisa berbeda antara satu model dengan lainnya. Gaya berkendara, kecepatan, kondisi jalan, penggunaan pendingin udara, beban kendaraan, hingga temperatur dapat memengaruhi konsumsi energi.

Halaman Selanjutnya

Hal yang sama berlaku pada mobil bensin. Konsumsi bahan bakar dapat berubah tergantung kondisi lalu lintas dan cara mengemudi.