Armuji serukan kader PDIP Surabaya solid kerja untuk rakyat - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Surabaya Armuji menyerukan kepada kader partai supaya solid dalam bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Kekuatan utama partai terletak pada kemampuan kader mendengar dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat," katanya di sela Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Armuji, dalam keterangannya di Surabaya, Minggu mengatakan pihaknya menginstruksikan seluruh pengurus ranting aktif turun ke lapangan dan menjadi jembatan aspirasi warga kepada legislatif maupun eksekutif.
"Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, melihat ke bawah, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Kita harus turun dan membantu," katanya.
Menurut dia, PDI Perjuangan memiliki kekuatan struktur organisasi yang lengkap, mulai tingkat pusat hingga ranting. Selain itu, partai juga memiliki perwakilan di DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, DPR RI, hingga pemerintahan daerah yang harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Armuji juga mengingatkan kader agar tidak terpengaruh provokasi maupun upaya adu domba dari pihak luar. Ia meminta seluruh kader tetap fokus bekerja untuk rakyat dan menjaga kekompakan organisasi.
"Makanya, kalau ada partai-partai baru yang telah mengejek-ngejek PDIP, yang telah mengadu domba kita, itu abaikan saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, kita melihat ke bawah. Bahwa di sana itu masih ada rakyat kita yang membutuhkan bantuan kita. Membutuhkan pertolongan kita," ujarnya.
Di sisi lain, Armuji menegaskan DPC PDI Perjuangan Surabaya tidak akan memberikan toleransi terhadap kader maupun pengurus yang terlibat praktik percaloan, pungutan liar, penyalahgunaan program bantuan, hingga permainan proyek dan rekrutmen tenaga kerja.
Ia mencontohkan berbagai program bantuan yang diperjuangkan partai harus sampai kepada masyarakat tanpa adanya pungutan atau keuntungan pribadi dari oknum kader.
"Kalau sampai ketahuan menarik uang, bermain proyek, menjanjikan orang masuk tenaga alih daya lalu meminta imbalan, dan itu terbukti setelah diverifikasi, maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan," ujarnya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.