Pemkab Lumajang perluas akses layanan digital adminduk - ANTARA News Jawa Timur
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memperluas akses layanan digital administrasi kependudukan (adminduk), serta petugas mendatangi tempat-tempat di mana masyarakat beraktivitas, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.
"Layanan administrasi kependudukan tidak selalu harus menunggu warga datang ke kantor pelayanan karena petugas justru mendatangi ruang-ruang tempat masyarakat beraktivitas, mulai dari sekolah hingga ruang publik untuk mendekatkan layanan sekaligus memperluas aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang Arif Heri Kurniawan di kabupaten setempat, Minggu.
Menurut dia, pola jemput bola tersebut menjadi salah satu praktik pelayanan yang terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang sepanjang 2026.
Salah satunya berlangsung di area Car Free Day (CFD) di Alun-alun Lumajang karena petugas membuka layanan administrasi kependudukan di tengah aktivitas warga yang sedang berolahraga dan bersantai.
"Lima layanan disediakan sekaligus, yakni penerbitan Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, perekaman KTP elektronik, dan aktivasi IKD. Dari layanan tersebut, aktivasi IKD menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan. Sebanyak 67 warga berhasil melakukan aktivasi IKD," tuturnya.
Ia mengatakan pendekatan tersebut juga membawa pelayanan langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan kemudahan akses, termasuk warga lanjut usia dan penyandang disabilitas di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang.
Dalam konteks aktivasi IKD, pola seperti itu menjadi penting karena setiap kelompok masyarakat memiliki kondisi dan kebutuhan pelayanan yang berbeda. Ada warga yang mudah datang ke kantor pelayanan, tetapi ada pula yang membutuhkan petugas untuk datang lebih dekat.
Karena itu, ukuran keberhasilan jemput bola tidak hanya dilihat dari banyaknya layanan yang diselesaikan, tetapi juga dari seberapa mudah masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengakses layanan administrasi kependudukan.
"Data per 23 September 2026 mencatat terdapat 44.975 pengguna IKD di Lumajang dari 864.599 rekam dinamis KTP, atau sekitar 5,20 persen," katanya.
Angka tersebut menunjukkan perluasan IKD masih menjadi proses yang terus berjalan. Di tengah proses itu, pelayanan langsung ke sekolah, ruang publik, maupun kelompok masyarakat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan kepada warga.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.