ASITA memperluas pasar wisata NTT melalui Makassar Business Matching
ASITA memperluas pasar wisata NTT melalui Makassar Business Matching
Jumat, 11 September 2026 20:06 WIB
Perwakilan pelaku pariwisata dan peserta berfoto bersama dalam kegiatan Makassar Business Matching 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata pada 8-10 September 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-ASITA NTT
Kupang, NTT (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperluas pasar pariwisata NTT melalui Makassar Business Matching 2026 yang mempertemukan pelaku usaha wisata dengan buyer dari sektor perjalanan, korporasi, pendidikan, dan pemerintahan.
"Lewat forum bisnis ini, kami memperkenalkan destinasi yang ada di NTT yang bisa menerima wisatawan dalam jumlah besar atau kunjungan kerja dan sejenisnya," kata Ketua ASITA NTT Oyan Kristian dihubungi dari Kupang, Jumat.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi NTT kepada calon mitra bisnis yang membutuhkan layanan wisata untuk perjalanan grup, kunjungan kerja, meeting, maupun gathering perusahaan.
Adapun Makassar, Sulawesi Selatan, dipilih sebagai salah satu pasar potensial karena menjadi hub bagi pergerakan wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia Timur.
Dalam kegiatan tersebut, ASITA NTT secara khusus mempromosikan Labuan Bajo, Sumba, dan Kupang sebagai destinasi yang memiliki fasilitas untuk menerima wisatawan dalam jumlah besar, termasuk dukungan hotel dengan kapasitas kamar yang memadai.
Oyan mengatakan buyer yang ditemui tidak hanya berasal dari biro perjalanan dan tour operator, tetapi juga event organizer, pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta perusahaan lokal dan multinasional yang beroperasi di Makassar.
Menurut dia, kebutuhan terhadap operator lokal di berbagai destinasi Indonesia Timur menjadi peluang bagi pelaku pariwisata NTT untuk memperluas jaringan kerja sama dan mendatangkan wisatawan dari Sulawesi Selatan.
"Kalau ada grup dari pemerintah yang mau melakukan kunjungan kerja, grup dari corporate atau perusahaan yang mau gathering atau acara perusahaan, kami bisa menjelaskan tentang ketersediaan hotel-hotel besar yang ada di NTT," ujarnya.
Selain memperkenalkan destinasi, Oyan juga menyoroti konektivitas udara Makassar dengan Flores yang dapat mendukung akses wisatawan dari kawasan Indonesia Timur menuju NTT.
Saat ini, kata dia, tersedia penerbangan langsung dari Makassar menuju Maumere dan Labuan Bajo. Rute Makassar-Maumere masih menghadapi tantangan karena aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki yang dapat menyebabkan pembatalan penerbangan.
Sementara itu, penerbangan langsung Makassar-Labuan Bajo dinilai menjadi salah satu alternatif untuk membuka akses wisatawan dari Indonesia Timur. Namun, Oyan menyebut keterbatasan maskapai yang melayani rute tersebut berdampak pada tingginya tarif tiket.
"Dari Makassar ke Labuan Bajo bisa langsung, tidak perlu transit seperti biasanya melalui Bali atau Surabaya. Ini sebenarnya menjadi salah satu opsi yang baik untuk membuka pintu masuk dari Indonesia bagian timur," katanya.
Oyan juga menyebut penerbangan langsung Makassar-Kupang yang sebelumnya pernah tersedia kini sudah tidak beroperasi. Ia menduga penghentian rute tersebut berkaitan dengan tingkat keterisian kursi yang belum mencapai target.
Adapun Makassar Business Matching 2026 diselenggarakan Kementerian Pariwisata pada 8-10 September 2026 di Aston Makassar Hotel & Convention Center. Kegiatan tersebut mempertemukan seller dari sejumlah destinasi Indonesia Timur, antara lain Manado, Gorontalo, Palu, Papua, NTT, Maluku Utara, dan Morotai, dengan buyer yang telah dikurasi.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata dengan pasar potensial sekaligus membuka peluang kolaborasi baru untuk mendorong pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia Timur.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ASITA perluas pasar wisata NTT melalui Makassar Business Matching
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.