Tangerang (ANTARA) - Asosiasi Ojol Nusantara (AON) meminta para pengemudi ojol yang menyampaikan aspirasi di Gedung DPR RI agar tetap menjaga ketertiban dan mengedepankan cara-cara yang damai.

“Kita boleh menyampaikan pendapat, tapi utamakan cara yang dingin, yang sejuk. Harapan kami ojol di Jabodetabek semuanya bisa berjalan dengan lancar,” kata Ketua Umum Asosiasi Ojol Nusantara (AON), Dianton usai acara kegiatan Gebyar Keselamatan Berlalu Lintas yang digelar Korlantas Polri bersama para pemangku kepentingan dan komunitas ojol di Pusdiklantas Polri di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis.

Dianton juga meminta pemerintah segera mendengarkan dan merespons berbagai aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol di lapangan. Apalagi adanya informasi mengenai aksi yang masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Dianton menegaskan bahwa Asosiasi Ojol Nusantara terbuka terhadap perbedaan pandangan dan hak individu dalam menyampaikan aspirasi.

“Kita pada dasarnya terbuka untuk menyampaikan pendapat masing-masing, karena hal itu adalah hak dari individu masing-masing,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak dilakukan secara anarkis. Menurutnya, para pengemudi ojol tetap perlu menjaga kesantunan dan nilai-nilai budaya dalam menyampaikan tuntutan.

“Jangan anarkis. Tetap kita santun, negara kita ini adalah negara timur, budaya timur tetap kita kedepankan,” pungkas Dianton.

Sebanyak 18.504 personel dikerahkan untuk mengamankan dan melayani unjuk rasa yang digelar di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold EP Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan secara berlapis untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

"Pengamanan mulai dilakukan sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah pejabat utama dan perwira pengendali," kata Reynold.

Baca juga: 6.000 ojol hadiri gebyar keselamatan berlalu lintas di Tangerang

Baca juga: Kakorlantas Polri ajak pengemudi ojol jadi agen keselamatan

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.