Koramil Jawai bangun sumur bor atasi Karhutla - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Anggota Koramil 04/Jawai membangun sumur bor untuk mengatasi keterbatasan sumber air dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sarang Burung Kuala, Kabupaten Sambas, Kalbar.
"Pembangunan sumur bor sebagai upaya menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan lokasi kebakaran, terutama ketika titik api berada jauh dari sumber air," kata Danramil 04/Jawai Peltu Suhadi di Sambas, Kamis.
Dia mengatakan, anggota Koramil 04/Jawai bersama masyarakat bergotong royong mengerjakan pembangunan sumur bor tersebut untuk mendukung kebutuhan pemadaman dan pembasahan lahan.
Suhadi mengatakan penyediaan sumber air menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mengatasi kendala personel saat menangani karhutla.
"Kami terus berupaya membantu mengatasi kendala di lapangan, salah satunya keterbatasan sumber air. Sumur bor ini diharapkan dapat mendukung upaya pemadaman sekaligus menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar," kata dia.
Menurut dia, keberadaan sumur bor di sekitar lokasi kebakaran diharapkan mempermudah personel mendapatkan suplai air sehingga penanganan titik api dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Sumber air tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan pembasahan lahan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan yang sebelumnya terbakar.
Selain membangun sarana pendukung pemadaman, jajaran Kodim 1208/Sambas melalui Koramil 04/Jawai terus mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan.
Koramil 04/Jawai menegaskan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan karhutla diperlukan untuk meminimalkan risiko meluasnya kebakaran serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.