Astrid Widayani tegaskan pembinaan atlet muda tidak bisa instan

Minggu, 6 September 2026 20:56 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani pada penutupan Liga SCSR U13 Musim 2026 di Stadion Mini Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyebut pembinaan atlet muda tidak bisa dilakukan secara instan, termasuk pada cabang olahraga sepak bola.

Pada penutupan Liga SCSR U13 Musim 2026 di Stadion Mini Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, Astrid mengatakan kompetisi sepak bola usia dini bukan sekadar menjadi ajang untuk mencari kemenangan, tetapi juga bagian penting dari proses pembinaan atlet muda. Melalui kompetisi yang berlangsung secara rutin, para pemain mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus belajar tentang disiplin dan sportivitas.

“Adik-adik semua adalah generasi emas. Saya bangga melihat semangat kalian dalam mengikuti kompetisi ini. Terus berlatih, jangan mudah menyerah, dan tetap junjung tinggi sportivitas,” katanya.

Menurutnya, proses pembinaan sejak usia dini menjadi fondasi penting untuk menyiapkan atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan mental yang kuat. Oleh karena itu, ia mendorong para pemain untuk menikmati setiap proses dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk berkembang.

“Menang itu penting, tetapi proses untuk menjadi lebih baik, kerja keras, disiplin, serta menghargai teman dan lawan jauh lebih penting. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus belajar,” ujarnya.

Astrid juga meminta para pemain tidak takut memiliki cita-cita besar, termasuk menjadi pemain profesional. Menurutnya, peluang tersebut terbuka apabila dibarengi dengan latihan yang konsisten, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.

“Jangan takut bermimpi menjadi pemain profesional. Kalau ingin menjadi yang terbaik, harus mau berlatih lebih keras, disiplin, dan terus belajar. Apa yang kalian jalani hari ini bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.

Liga SCSR U13 Musim 2026 telah berlangsung selama 15 pekan, dimulai pada 21 Desember 2025 di Boyolali dan ditutup pada 6 September 2026 di Kota Surakarta. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi pemain usia dini dari klub dan sekolah sepak bola di kawasan Solo Raya untuk mendapatkan pengalaman bertanding secara berkelanjutan.

Astrid menilai keberadaan kompetisi seperti Liga SCSR penting dalam memperkuat ekosistem pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia muda. Pemerintah Kota Surakarta, kata dia, terus mendorong agar anak-anak dan generasi muda memiliki ruang yang positif untuk mengembangkan bakat, berprestasi, serta membangun karakter melalui olahraga.

“Yang paling penting, terus jaga semangat dan kecintaan terhadap sepak bola. Medali atau hasil pertandingan hari ini bukan akhir. Perjalanan kalian masih panjang. Terus berlatih dan jadilah generasi muda yang membanggakan orang tua, klub, dan Kota Surakarta,” katanya.

Menurut Astrid, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kompetisi yang berkelanjutan, dukungan klub dan pelatih, peran orang tua, serta lingkungan yang mendukung agar potensi atlet muda dapat berkembang secara optimal.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.