Bahlil Klaim Tuntaskan Investasi Mangkrak Rp708 Triliun saat Pimpin BKPM
Bagikan:
JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pernah menangani investasi mangkrak senilai Rp708 triliun ketika memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM.
Bahlil menyebut kondisi BKPM ketika itu terbatas. Lembaga tersebut, menurut Bahlil, lebih banyak berfungsi sebagai pintu depan investasi tanpa kewenangan yang cukup kuat.
Cerita itu disampaikan Bahlil dalam acara ulang tahun ke-50 sekaligus peluncuran 10 bukunya di Jakarta Theater, Jumat, 7 Agustus.
“Dulu Kementerian Investasi hanya dijadikan sebagai front office, hanya tempat stempel. Seperti harimau tapi tidak punya gigi,” kata Bahlil.
Ia menyebut anggaran BKPM saat itu tidak lebih dari Rp800 miliar.
Dengan kondisi tersebut, Bahlil mengatakan dirinya bersama tim menyelesaikan persoalan investasi mangkrak senilai Rp708 triliun.
“Saya menyelesaikan investasi ada Rp708 triliun investasi mangkrak dengan tim yang ada,” ujarnya.
BACA JUGA:
Bahlil juga menyebut realisasi investasi Indonesia pada 2020 berada di sekitar Rp780 triliun.
Saat meninggalkan Kementerian Investasi, menurut Bahlil, realisasi investasi telah mencapai Rp1.700 triliun.
Dalam sambutannya, Bahlil juga mengungkap cerita di balik perubahan BKPM menjadi Kementerian Investasi.
Ia mengatakan pernah ditugaskan bernegosiasi dengan China, Jepang, dan Korea Selatan untuk investasi ekosistem baterai kendaraan listrik serta sejumlah proyek senilai 8,6 miliar dolar AS.
Bahlil mengaku saat itu bertemu pejabat setingkat menteri dari negara-negara tersebut, sementara jabatannya masih Kepala BKPM.
Sepulang dari perjalanan tersebut, ia mengaku menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa posisi kelembagaan BKPM perlu diperkuat.
BKPM kemudian berubah menjadi Kementerian Investasi pada 2021. Bahlil mengatakan sejak tahun itu pula struktur yang menangani hilirisasi mulai disiapkan di kementerian tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+